Media  

Tanggapi Penyesuaian Kenaikan BBM, Polres Selayar buka Ruang Diskusi

banner 468x60

Porostengah.com, Selayar – Polres Kepulauan Selayar menfasilitasi pelaksanaan Fokus Group Discussion (FGD), mempertemukan stakeholder terkait, membahas Dinamika sosial ekonomi pasca Penyesuaian Harga BBM oleh Pemerintah. Kegiatan FGD ini dilaksanakan dalam suasana santai di Warkop Q-ta, Jln. Jend. Ahmad Yani Benteng Kep. Selayar, Selasa (06/09/2022)

 

Kegiatan FGD ini dibuka oleh Waka Polres Kompol Abd. Rahman dan dihadiri oleh Ketua DPRD Mappatunru, Assisten I M. Yunan Krg Tompo Bulu mewakili Bupati, Kadis Perindag UMKM Andi Abd. Rahman, Kabag Ekonomi Pemkab, Para Kabag dan Kasat Polres, Camat dan Lurah se Kecamatan Benteng, Perw. Mahasiswa, KNPI, OKP dan Media.

 

Wakapolres Kompol Abd. Rahman saat membuka kegiatan menyampaikan Permohonan maaf karena Kapolres masih sementara menjalankan tugas di Polda Sulsel sehingga tidak dapat hadir pada kegiatan tersebut.

 

Meskipun demikian ia berharap pelaksanaan FGF tersebut dapat menjadi momentum untuk mengidentifikasi permasalahan, dan menemukan solusi agar dampak kebijakan penyesuaian Harga BBM dapat ditekan termasuk ketersediaan BBM di Kepulauan Selayar.

 

” FGD ini diperintahkan Kapolres untuk dilaksanakan sesuai arahan Pimpinan polri, dengan tujuan kita dapat menyatukan persepsi, baik itu melalui langkah-langkah oleh Pemkab maupun oleh Kepolisian dan stakeholder terkait, untuk mendapatkan solusi atas dinamika pasca kebijakan penyesuaian Harga BBM” kata Kompol Abd. Rahman.

 

Dalam kegiatan yang digelar dalam bentuk diskusi ini berlangsung alot. Beberapa masukan dari Mahasiswa, KNPI dan stakeholder menyoroti masalah harga eceran Pertalite yang mencapai Rp 17-18 Ribu rupiah perliter. Selain itu adanya penggunaan BBM bersubsidi untuk Industri dan masalah antrian serta stok BBM di APMS yang sering habis juga menjadi sorotan.

 

Menyikapi hal ini Kasat Reskrim Iptu Acang Suryana mengatakan bahwa meskipun tidak ada aturan, namun faktanya di beberapa Kabupaten termasuk Kepulauan Selayar, pengecer BBM selalu ada. Meskipun demikian ia menegaskan akan menindak bilamana ada pengecer yang menjual dengan harga yang di atas kewajaran.

 

“Kami akan tindak pengecer yang menjual di atas harga kewajaran, mereka sebenarnya membantu karena ada konsumen yang tidak harus jauh-jauh ke APMS, tapi kalau harga yang dijual tidak wajar bahkan ada yang 17 sampai 18 ribu kami akan tindak.” kata Iptu Acang Suryana.

 

Pada kesempatan ini, Kabag Ekonomi Pemkab Rahman Made, mengapresiasi usulan Kapolres untuk mencegah kelangkaan dan penyalahgunaan BBM. Ia menjelaskan bahwa Kapolres menyarankan agar saat BBM tiba dari Kapal Tengker, itu langsung dimasukkan ke Tangki penampungan APMS sehingga BBM yang keluar akan lewat nozzel.

 

” Kapolres sudah sampaikan di Group WA, salah satu solusi untuk mencegah penyalahgunaan BBM adalah agar seluruh Pengusaha BBM saat pasokan datang itu semua harus masuk ke Tangki APMS, bukan ke Drum seperti yang terjadi selama ini. Karena kalau ke Drum siapa yang bisa awasi terus kalau malam di angkut ke tempat lain” kata Rahman Made.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Mappatunru pada kesempatan ini juga menyampaikan kompleksitas Dinamika yang terjadi. Ia mengatakan mekanisme pasar berdasarkan kebutuhan BBM di Kabupaten Kepulauan Selayar menempatkan dirinya sebagai wakil rakyat buah simalakama.

 

” Terima kasih kepada Pihak Polres yg sudah memfasilitasi kegiatan ini, masalah BBM Ini sebenarnya masalah yang sudah sering terjadi. Terus terang, banyak Tim saya ataupun keluarga saya yang juga pengecer. Kalau kami minta Polres untuk tegas menertibkan pengecer. Para pengecer ini akan datang lagi mengadu ke DPRD, mereka mengatakan hanya mencari sesuap nasi dengan mengantri dan menjual kembali ke konsumen” kata Mappatunru.

 

Meskipun demikian, untuk mengatasi atau mengurangi dampak ekonomi yang timbul akibat kebijakan pasca kenaikan harga BBM ia berharap agar ketersediaan BBM di Selayar dapat tetap terjaga dengan harga yang normal.

 

” Jadi kita harap tetap tersedia, harga di pengecer dapat ditekan jangan terlalu mahal, jangan ada yang keluar Selayar” harap Mappatunru.

 

Salah satu solusi yang ditawarkan Pemkab Kepulauan Selayar, melalui Kadis Perindag diakhir kegiatan menyampaikan bahwa Pemkab dalam waktu dekat akan melaksanakan operasi pasar dengan melibatkan seluruh stakeholder.

 

” Insya Allah kamis ini pemkab Selayar, rencana akan dipimpin langsung oleh Bupati, akan melakukan operasi pasar, kita akan libatkan semua stakeholder, kita harapkan Operasi pasar ini dapat menjadi salah satu solusi permasalahan yang ada” tutup Andi Abdul Rahman.

 

(Rilis Humas Polres)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *