Media  

Diduga Sub Penyalur BBM jenis Solar untuk kepulauan salahgunakan wewenang

banner 468x60

Porostengah.com, Selayar – Nelayan di wilayah pulau-pulau kecil di kawasan Takabonerate Kepulauan Selayar mengeluhkan sulitnya keberadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kebutuhan melaut.

Malah dalam dua hari terakhir keberadaan solar di sejumlah pulau dalam Kawasan Takabonerate hilang dari pasaran. Jika ada maka harganya dipastikan mahal hingga 14 ribu perliter, seperti dilaporkan oleh Pewarta Kepulauan pada Jumat (14/10/2022).

Diberitakan sebelumnya, selama ini para nelayan di Takabonerate mengandalkan pasokan solar dari pembeli ikan asal daerah tetangga, seperti Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Bantaeng. Namun saat ini mereka para pembeli ikan tersebut enggan lagi membawa solar karena khawatir mendapat persoalan dari patroli petugas yang kerap melakukan pemeriksaan diwilayah ini.

Mengandalkan pasokan dari pusat Kabupaten Kepulauan Selayar sama sekali sulit karena terlalu banyak prosudure yang harus dilalui. Selain itu untuk mengambil dari apms atau pedagang solar di pusat kabupaten, kami harus menggunakan rekomendasi bahan bakar, izin angkut melalui kapal khusus dan kalau tidak maka kita terancam berhadapan dengan penegak hukum, ujar salah seorang warga Pulau Rajuni yang ditemui di dermaga TPI Benteng, Jumat (14/10/2021).

Sementara itu dari hasil penelusuran Pewarta, pengambilan bahan bakar di APMS oleh agen dan sub agen sebagai penyalur resmi diwajibkan menggunakan selembar rekomendasi. Dimana hal yang sama juga akan diberlakukan untuk solar kebutuhan nelayan.

Informasi yang berhasil dihimpun mengenai peruntukan rekomendasi pengambilan bahan bakar jenis solar, tercatat ada sejumlah rekomendasi yang perlu direvisi karena diduga tidak jelas peruntukannya, misalnya rekomendasi bahan bakar jenis solar kebutuhan pembangkit listrik tenaga diesel di wilayah Kepulauan.

Diduga ada rekomendasi terbit untuk bahan bakar solar PLTD di salah satu desa yang dikeluarkan pihak Pemerintah namun setelah ditelusuri, PLTD tersebut sudah tidak beroperasi sejak lama. Pewarta mempertanyakan lalu kemana bahan bakar yang direkomendasikan tersebut, sumber tidak memberi jawaban.

Ribuan liter bahan bakar solar berdasarkan rekomendasi bbm solar kebutuhan PLTD dimaksud diduga disalah gunakan dan diperjual belikan oleh salah satu penyalur. (Tim)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *