POROSTENGAH.COM | LUWU UTARA –Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan anggaran sebesar Rp68 miliar untuk membuka akses jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, wilayah pegunungan yang selama ini dikenal terisolasi akibat keterbatasan infrastruktur transportasi.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa pembangunan akses jalan tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Proyek ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Pusat, dengan pengerjaan yang direncanakan dilakukan secara bertahap.
“Anggarannya sudah disiapkan. Pekerjaan akan dimulai 2026 dan dilanjutkan secara bertahap hingga akses jalan benar-benar terbuka,” ujar Andi Sudirman. 2/01/2026
Menurutnya, pembangunan jalan menuju Seko memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis yang didominasi pegunungan serta medan yang ekstrem. Oleh sebab itu, perencanaan teknis dilakukan secara matang agar proyek dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Gubernur menegaskan, pembukaan akses jalan ini bertujuan untuk mengurai keterisolasian wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pedalaman Luwu Utara. Akses jalan tersebut diharapkan dapat mempermudah distribusi kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Namun demikian, Andi Sudirman juga mengingatkan agar keberadaan jalan nantinya tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang merusak lingkungan, seperti penebangan hutan secara ilegal. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian alam.
“Jalan ini dibangun untuk kepentingan masyarakat dan kesejahteraan warga Seko, bukan untuk perusakan lingkungan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sulsel berharap pembangunan akses jalan ini menjadi langkah strategis dalam pemerataan pembangunan, khususnya bagi wilayah-wilayah terpencil dan terisolasi di Sulawesi Selatan.


















