PMB UM Bulukumba BRI KCP RATULANGI
BRI KCP RATULANGI

Cuaca Buruk Hambat Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500

POROSTENGAH.COM | MAROS – Hingga Minggu malam, proses evakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport belum dapat dilakukan. Cuaca buruk dan medan ekstrem di lokasi kejadian menjadi kendala utama tim SAR gabungan untuk mengangkat korban dari titik penemuan.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengungkapkan bahwa upaya evakuasi telah dicoba berulang kali, namun selalu terkendala faktor alam.

Ucapan Natal 2025 PT. BMS Ucapan Natal Bank BRI Kas Summarecon BRI KCP Ratulangi PT. MASMINDO DWI AREA BROSUR PMB UM BULUKUMBA 2025

“Saat ini belum bisa mengangkat korban. Dengan kondisi cuaca, beberapa kali sudah dicoba untuk mengangkat, tetapi tidak berhasil,” ujarnya.

Untuk menjaga keberadaan jenazah serta memastikan proses evakuasi dapat dilanjutkan segera setelah kondisi memungkinkan, tim SAR memilih bermalam dan mendirikan camp di sekitar lokasi penemuan korban.

“Malam ini tim SAR camp dekat jenazah,” tambah Andi Sultan.

Sebelumnya, Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Laporan tersebut memicu pengerahan tim SAR gabungan melalui jalur udara dan darat guna memastikan posisi terakhir pesawat.

Dalam operasi pencarian, tim SAR menemukan serpihan pesawat, disusul dengan temuan bagian badan dan ekor pesawat di kawasan pegunungan. Tidak lama berselang, satu jenazah korban ditemukan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

Sejumlah Pertanyaan Masih Terbuka
Hingga kini, penyebab hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 belum dapat dipastikan. Kondisi cuaca di jalur penerbangan, kontur medan, serta rekam jejak penerbangan pesawat menjadi sejumlah faktor yang masih menunggu penyelidikan lebih lanjut oleh otoritas terkait.

Selain itu, identitas korban, jumlah penumpang dan awak pesawat, serta kondisi teknis pesawat sebelum hilang kontak juga belum diumumkan secara resmi ke publik.

Basarnas Makassar menegaskan fokus utama saat ini adalah evakuasi korban dan pengamanan lokasi, sementara proses investigasi menyeluruh akan dilakukan setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dan data lapangan.

PT. MASMINDO DWI AREA
PMB UM BULUKUMBA
error: Content is protected !!