POROSTENGAH.COM | MAKASSAR – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar konferensi pers terkait hasil identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.
Dalam keterangannya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel menyampaikan bahwa hingga saat ini satu korban berhasil diidentifikasi berdasarkan pencocokan data antemortem dan postmortem.
Korban yang telah teridentifikasi adalah Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat ATR 42-500, berusia 33 tahun. Identifikasi dilakukan terhadap jenazah dengan nomor postmortem 62B.01.
Identifikasi Berdasarkan Prosedur DVI Internasional
Kepala Biddokkes Polda Sulsel menjelaskan, proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan mengacu pada standar DVI internasional, guna memastikan akurasi dan menghindari kesalahan dalam penetapan identitas korban.
“Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti pribadi, serta ciri medis yang kemudian dicocokkan dengan data antemortem dari pihak keluarga,” jelas tim DVI dalam konferensi pers tersebut.
Selain itu, tim DVI juga telah mengamankan dan memeriksa sejumlah sampel DNA keluarga korban sebagai bagian dari proses pencocokan identitas. Hingga kini, beberapa data antemortem dari keluarga korban lainnya masih dalam tahap pengumpulan dan verifikasi.
Proses Identifikasi Korban Lain Masih Berlangsung
Polda Sulsel menegaskan bahwa proses identifikasi korban lainnya masih terus berjalan seiring dengan ditemukannya jenazah maupun bagian tubuh korban hasil evakuasi Tim SAR gabungan.
“Setiap temuan akan melalui proses pemeriksaan medis dan forensik secara ketat. Kami mengedepankan ketelitian dan kehati-hatian demi kepastian identitas korban,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau keluarga korban untuk tetap bersabar dan mempercayakan proses identifikasi sepenuhnya kepada tim DVI.
Pencarian Korban oleh Tim SAR Terus Dilanjutkan
Sementara itu, Basarnas bersama Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi korban di lokasi jatuhnya pesawat. Medan yang terjal, jurang curam, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.
Meski demikian, seluruh unsur SAR tetap berkomitmen melanjutkan operasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar ini menjadi perhatian nasional, dengan seluruh proses evakuasi, identifikasi, serta investigasi penyebab kecelakaan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.



















