POROSTENGAH.COM | MAKASSAR – Kabar duka datang dari institusi kepolisian. Seorang anggota muda, Bripda DP (19), personel Samapta Polda Sulawesi Selatan, dilaporkan meninggal dunia dengan dugaan kuat akibat penganiayaan oleh seniornya.
Dugaan kekerasan mencuat setelah adanya tanda-tanda fisik yang tidak wajar, termasuk luka serius hingga dikabarkan mengeluarkan darah dari mulut. Hal ini memicu perhatian publik serta sorotan terhadap dugaan praktik kekerasan di lingkungan internal.
Pihak berwenang kini tengah melakukan pendalaman kasus. Jenazah korban telah menjalani visum dan proses autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Di sisi lain, publik menanti transparansi dan ketegasan aparat dalam mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.



















