Selayar, Porostengah.com – Masyarakat Dusun Sangkeha dan Dusun Baringan, Kabupaten Kepulauan Selayar, menghadapi ancaman serius akibat abrasi yang kian mengganas. Gelombang laut terus mengikis daratan dan kini mulai mendekati permukiman warga, bahkan mengancam keselamatan rumah-rumah di pesisir.
Kepala Dusun Baringan, Muh. Rizal, menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa lagi ditunda penanganannya. Warga mendesak pemerintah daerah segera membangun tanggul sebagai langkah penyelamatan.
“Kami sudah lama menyampaikan aspirasi ini. Masyarakat meminta pembangunan tanggul sepanjang Dusun Baringan, bahkan sudah disertai dukungan tanda tangan warga,” tegasnya.
Menurut Rizal, abrasi telah merusak sektor ekonomi warga yang mayoritas bergantung pada hasil kelapa. Dalam beberapa bulan terakhir, gelombang laut terus menggerus daratan dan merobohkan pohon-pohon produktif.
“Sudah ada sekitar dua baris pohon kelapa yang hilang saat musim barat. Ini bukan lagi ancaman, tapi sudah nyata merusak kehidupan masyarakat,” ungkapnya. 11/04/2026
Dampak abrasi juga mulai meluas ke wilayah lain seperti Dusun Bonto Talasa, meski tingkat kerusakannya belum separah di Baringan.
Kondisi paling mengkhawatirkan dialami salah satu warga, Bahrum Rahim. Rumah miliknya kini berada di ambang ancaman langsung gelombang laut setelah daratan di sekitarnya terkikis drastis.
Dalam beberapa tahun terakhir, abrasi telah menggerus hingga sekitar enam meter daratan di depan rumahnya. Saat ini, jarak antara rumah dan bibir pantai tinggal hitungan meter, dan air laut disebut sudah hampir memasuki area rumah.
“Sekarang tinggal sekitar enam meter. Kalau gelombang besar datang, air laut sudah hampir masuk ke rumah,” ujarnya.
“Dari ujung ke ujung, pasir sudah banyak diambil. Itu sangat berpengaruh,” katanya.
Warga Dusun Baringan kini berada dalam kondisi waspada. Tanpa intervensi cepat dari pemerintah, abrasi dikhawatirkan tidak hanya menghilangkan lahan, tetapi juga mengancam keselamatan permukiman dan memaksa warga kehilangan tempat tinggal.



















