PMB UM Bulukumba BRI KCP RATULANGI
BRI KCP RATULANGI

‎Selayar di Ambang Darurat Abrasi, Ahmad Zulkarnain: Ini Bukan Lagi Persoalan Biasa

Selayar, Porostengah.com – Koordinator Wilayah LSM LIRA Sulawesi Selatan, Ahmad Zulkarnain, melontarkan kritik keras terhadap lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani abrasi yang kini mengancam permukiman warga di Dusun Sangkeha dan Dusun Baringan, Kabupaten Kepulauan Selayar. Ia menegaskan, kondisi tersebut sudah masuk fase darurat dan tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan normatif.

‎“Ini bukan lagi sekadar abrasi, ini sudah darurat lingkungan yang mengancam keselamatan warga. Kalau pemerintah terus lamban, maka ini bentuk pembiaran,” tegas Ahmad Zulkarnain. 11/04/2026

Hari Jadi Luwu 758 Ucapan Natal 2025 PT. BMS Ucapan Natal Bank BRI Kas Summarecon BRI KCP Ratulangi PT. MASMINDO DWI AREA BROSUR PMB UM BULUKUMBA 2025

‎Ia menilai, fakta bahwa daratan telah terkikis hingga mendekati rumah warga bahkan tersisa sekitar enam meter di beberapa titik menjadi indikator kuat bahwa intervensi harus dilakukan segera, bukan menunggu proses administratif yang berlarut.

‎“Rumah warga sudah di ambang terdampak langsung. Kalau gelombang besar datang, ini bisa berujung bencana. Jangan tunggu ada korban baru bergerak,” ujarnya.

‎Ahmad Zulkarnain juga menyoroti dugaan aktivitas pengambilan pasir di kawasan pesisir yang dinilai turut memperparah laju abrasi. Ia meminta aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penyelidikan.

‎“Kalau benar ada aktivitas tambang pasir yang tidak terkendali atau ilegal, ini harus dihentikan segera. Negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik yang merusak lingkungan dan mengorbankan masyarakat,” katanya.

Bahrum Rahim Salah satu Pemilik Rumah yang Terdampak

‎Lebih jauh, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga menyusun langkah jangka panjang yang terukur, termasuk pembangunan tanggul permanen, penguatan garis pantai, serta pengawasan ketat kawasan pesisir.

‎“Solusi tambal sulam tidak cukup. Harus ada kebijakan strategis dan anggaran yang jelas. Ini menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir,” tambahnya.

‎Ia juga memperingatkan bahwa jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, maka abrasi berpotensi meluas dan menghilangkan lebih banyak lahan produktif, termasuk kebun kelapa yang menjadi sumber penghidupan warga.

‎“Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga ekonomi dan masa depan warga. Kalau dibiarkan, masyarakat bisa kehilangan tempat tinggal dan sumber penghasilan sekaligus,” kuncinya.

‎Dengan kondisi yang kian memburuk, tekanan publik pun diarahkan kepada pemerintah daerah agar segera mengambil langkah tegas dan terukur sebelum situasi berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

PT. MASMINDO DWI AREA
PMB UM BULUKUMBA
error: Content is protected !!