Selayar, Porostengah.com – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-128 menyoroti keberlanjutan pembangunan infrastruktur jalan hasil program TMMD Kodim 1415/Selayar. Dalam kunjungan lapangan tersebut, Tim Wasev secara langsung meminta perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, khususnya Bupati Selayar beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, agar melanjutkan peningkatan kualitas jalan yang telah dibuka melalui program TMMD.
Ketua Tim Wasev TMMD ke-128, Kolonel CBA Marthen Pasunda, menegaskan bahwa pembangunan jalan yang dikerjakan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak boleh berhenti hanya pada tahap pembukaan akses. Menurutnya, pemerintah daerah perlu hadir untuk melanjutkan pengerasan dan peningkatan mutu jalan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami ingin memastikan bahwa apa yang direncanakan oleh Dansatgas benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Tim Wasev melihat kondisi badan jalan yang telah terbuka cukup baik dan memiliki akses yang memadai bagi masyarakat desa. Namun, saat musim hujan, kondisi jalan dinilai masih licin sehingga membutuhkan penanganan lanjutan dari pemerintah daerah.
“Saya melihat tadi jalannya masih agak licin ketika hujan. Ini perlu ada pengerasan dan peningkatan mutu jalan supaya benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Kolonel Marthen Pasunda.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Dinas PUPR dan OPD teknis lainnya segera mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti pembangunan jalan yang telah dirintis melalui program TMMD.
Terlebih, dalam kunjungan Tim Wasev TMMD ke-128 di lokasi kegiatan Kodim 1415/Selayar, sejumlah OPD terkait justru tidak terlihat hadir mendampingi peninjauan lapangan. Dinas PUPR maupun Bapprida yang memiliki keterkaitan langsung dengan perencanaan dan peningkatan infrastruktur daerah tidak tampak berada di lokasi kegiatan.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena dukungan lintas sektor dari pemerintah daerah dinilai sangat menentukan keberlanjutan pembangunan pasca-TMMD, terutama untuk memastikan akses jalan yang telah dibuka dapat berkembang menjadi jalur penghubung yang layak dan mampu menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain meninjau pembangunan jalan, Tim Wasev juga mengapresiasi pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dikerjakan Kodim 1415/Selayar di wilayah Kahu-Kahu Utara. Meski akses menuju lokasi cukup sulit karena harus memutari pulau, pengerjaan tetap dilakukan demi membantu masyarakat yang membutuhkan.
Program RTLH tersebut disebut sebagai salah satu program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat yang diprioritaskan bagi masyarakat dengan kondisi rumah yang membutuhkan perbaikan mendesak.




















