MAKASSAR, Porostengah.com – Akses terhadap dunia kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) #BRISahabatDisabilitas memberikan pelatihan dan pemagangan kepada 370 peserta disabilitas di Sulawesi Selatan.
Program ini tidak berhenti pada pelatihan teori. BRI menyiapkan peserta untuk mendapatkan pengalaman langsung melalui pemagangan selama tiga bulan di perusahaan dan UMKM mitra.
Program diawali dengan sosialisasi, rekrutmen dan registrasi, kemudian assessment untuk memahami kemampuan serta kebutuhan masing-masing peserta. Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan administrasi dan kewirausahaan secara daring maupun luring.
Tahap pemagangan menjadi bagian utama program. Peserta akan ditempatkan di sejumlah perusahaan dan UMKM mitra dengan fokus Green Jobs dan Blue Economy yang bekerja sama dengan BRIdge di Kota Makassar.
Vice President Corporate Social Responsibility PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Dinne Shovia Tresna Amalia, mengatakan program tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga merasakan langsung lingkungan kerja.
“Kami ingin peserta tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar merasakan dunia kerja.”
Menurut Dinne, melalui puluhan mitra, perusahaan dan berbagai entitas yang terlibat, peserta memperoleh kesempatan untuk bekerja sekaligus belajar di lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Pernyataan itu disampaikan dalam Inaugurasi Peserta Program Pelatihan dan Pemagangan untuk Penyandang Disabilitas Wilayah Sulsel di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Kamis, 3 September 2026.
Peserta yang berasal dari Makassar, Gowa, Takalar, Maros dan Pangkajene mengikuti pemagangan mulai 4 September hingga 4 November 2026.
Selama pemagangan, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja dan kesempatan memperluas relasi. BRI juga memberikan uang saku pemagangan serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).
Dinne menegaskan, BRI Sahabat Disabilitas bukan sekadar program pelatihan, tetapi bagian dari upaya membuka akses dan memberikan pengalaman nyata menuju dunia kerja.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, memberikan apresiasi terhadap konsistensi BRI menghadirkan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas melalui BRI Peduli.
Jayadi menyebut program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membuka akses dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, Pemprov Sulsel juga telah memberikan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di lingkungan pemerintahan selama sekitar empat tahun terakhir.
“Program ini sangat beririsan dengan apa yang menjadi program luar biasa dari BRI melalui BRI Peduli, khususnya dalam memberikan dukungan dan kesempatan kepada sahabat disabilitas,” kata Jayadi.
Ia menambahkan, program tersebut memberikan ruang yang sama bagi warga negara, termasuk penyandang disabilitas, untuk mengekspresikan talenta dan potensi yang dimiliki.

















