‎BMKG Sulawesi Selatan Imbau Warga Waspadai Puncak El Nino, Diprediksi Bertahan Hingga 2027

MAROS, Porostengah.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan memprediksi puncak fenomena El Nino akan terjadi pada September mendatang. Fenomena iklim ini diperkirakan masih akan bertahan hingga tahun 2027 mendatang.

‎Berdasarkan pembaruan data BMKG, El Nino tahun ini bakal memasuki fase kuat hingga sangat kuat pada rentang September, Oktober, hingga November. Kondisi ini terjadi lantaran fenomena El Nino bertepatan langsung dengan puncaknya musim kemarau.

PT. BMS

‎Dampak penurunan curah hujan akibat El Nino mulai dirasakan di sejumlah kawasan Sulawesi Selatan. Wilayah yang terdampak di antaranya Kota Makassar, Kabupaten Maros, Soppeng, serta wilayah pesisir pantai barat Sulsel.

‎Kepala BMKG Klimatologi Sulsel, Ayi Sudrajat, menerangkan bahwa El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomena yang berbeda. Kendati demikian, jika kedua kondisi tersebut terjadi secara bersamaan, kondisi cuaca akan menjadi jauh lebih kering.

‎”El Nino diperkirakan bertahan hingga rentang Januari sampai April 2027. Saat El Nino bertemu dengan musim hujan, dampak yang terjadi adalah penurunan volume curah hujan,” ujar Ayi Sudrajat.

‎Menyikapi potensi bencana kekeringan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya sektor pertanian, untuk segera menyesuaikan pola tanam berdasarkan kondisi cuaca serta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‎Selain itu, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan (stakeholder) diharapkan segera menyusun strategi dan langkah mitigasi guna menekan dampak kekeringan di masyarakat.

error: Content is protected !!