Maros– Aster Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Hipmi Maulanakobull Farhan dan Dandim 1422)Maros Letkol Arm Agung Yuhonobbersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan melakukan panen raya padi. Menko bidang pangan menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai kedaulatan pangan, Jum’at (6/2/26).
Keterangan tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri acara Panen Raya dan Launching Serapan Gabah di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral untuk memutus rantai tengkulak dan menyejahterakan petani.
Dalam arahannya, Zulhas memberikan apresiasi khusus kepada jajaran TNI, mulai dari tingkat pusat hingga Babinsa, yang telah membantu mengawal harga gabah di tingkat petani sesuai standar Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp6.500.
“Alhamdulillah, dengan turunnya TNI, Dandim, hingga Babinsa, harga gabah sudah sesuai standar. Kalau tidak, masih banyak tengkulak yang bermain,” ujar Zulhas di hadapan para petani dan pejabat daerah di Kabupaten Maros.
Peran Kopdes dan Program Makan Bergizi GratisbSelain pengawasan harga, Zulhas juga menekankan penguatan kelembagaan melalui Koperasi Desa (Kopdes). Kopdes akan bekerja sama dengan Bulog dan TNI untuk menampung hasil panen petani guna menghindari permainan harga oleh tengkulak.
Nantinya, Kopdes akan berperan sebagai offtaker yang membeli hasil usaha rakyat dan UMKM untuk disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kopdes akan menyuplai ke SPPG, jadi roda ekonomi berputar di desa. Semua ini untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar kita tidak perlu impor daging, telur, atau ayam lagi,” tambah Zulhas.
Target Ekspor dan Swasembada
Menko Pangan memaparkan bahwa stok beras nasional saat ini sangat kuat, mencapai lebih dari 3 juta ton.
Melalui momentum launching serapan gabah di Taroada ini, pemerintah menargetkan pembelian gabah setara beras sebesar 4 juta ton pada tahun ini. Dengan angka tersebut, pemerintah optimistis Indonesia tidak hanya berhenti mengimpor, tetapi mulai mengekspor.
“Tahun lalu kita beli 3 juta ton, tahun ini kita targetkan naik jadi 4 juta ton. Insyaallah, tahun ini kita tidak hanya tidak impor, tapi kita bisa ekspor beras,” tegasnya.
Selain karbohidrat, Zulhas mengungkapkan bahwa fokus pemerintah tahun ini adalah mengejar swasembada protein yang meliputi komoditas ikan, ayam, dan telur guna memastikan keberlanjutan program MBG tanpa ketergantungan pada produk luar negeri.
Penyederhanaan Aturan dan Dukungan Daerah
Untuk mempercepat target tersebut, pemerintah telah memangkas birokrasi melalui Inpres, salah satunya mengenai penyaluran pupuk. Dari semula 144 aturan yang rumit, kini disederhanakan menjadi hanya tiga jalur utama: Kementerian Pertanian, Pabrik Pupuk, dan langsung ke rakyat.
Di tingkat daerah, Menko Pangan memuji kolaborasi Bupati Maros dan Bupati Gowa yang telah memberikan dukungan luar biasa dalam penyediaan lahan pertanian. Sebagai bentuk apresiasi dan penguatan logistik, pemerintah berencana membangun masing-masing satu gudang pangan baru di Kabupaten Maros dan Gowa.
“Kedaulatan pangan adalah kehormatan bangsa. Tidak ada bangsa yang terhormat jika makannya masih tergantung pada orang lain,” pungkas Zulhas menutup sambutannya dalam kunjungan kerja di Sulawesi Selatan tersebut.











