POROSTENGAH.COM | MAJENE -Pemerintah Desa Palipi Soreang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. Resmi membentuk Tim Desa Palipi Soreang Ramah Lanjut Usia (Lansia). Sabtu, 4 Januari 2026 lalu Pembentukan tim ini menjadi langkah strategis desa dalam merespons dinamika kependudukan, khususnya meningkatnya jumlah penduduk Lansia, sekaligus memperkuat pembangunan desa yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Desa Palipi Soreang, Wardin. Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Marendeng Majene, Pattola, Serta dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Marendeng Majene yang bertindak sebagai inisiator dan mitra pendamping program.
Kepala Desa Palipi Soreang, Wardin, menyampaikan. Berdasarkan data kependudukan desa, Desa Palipi Soreang memiliki jumlah penduduk sekitar 2.000 jiwa lebih, yang tersebar dalam sekitar 500 kepala keluarga (KK). Dari total penduduk tersebut, diperkirakan 12 hingga 15 persen merupakan penduduk lanjut usia (≥60 tahun- red), atau sekitar 240–300 jiwa lansia.
Komposisi lansia didominasi oleh kelompok usia 60 hingga 69 tahun, disusul lansia usia 70 tahun ke atas, yang sebagian di antaranya membutuhkan dukungan khusus baik dari aspek kesehatan, sosial, maupun ekonomi.
“Kondisi demografis ini menunjukkan bahwa isu lansia bukan lagi persoalan marginal, melainkan bagian penting dari perencanaan pembangunan desa,” Ungkapnya.
Ia menjelaskan, pembentukan Tim Ramah Lansia merupakan wujud komitmen pemerintah desa dalam memastikan seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia, memperoleh perhatian yang setara. Dan Menurutnya, Tim Ramah Lansia akan menjadi motor penggerak koordinasi lintas sektor di tingkat desa.
“Jumlah lansia di desa kita cukup signifikan. Mereka bukan beban, tetapi aset sosial desa. Karena itu, perlu wadah dan program yang terarah agar para lansia tetap sehat, aktif, dan berdaya,” Ucapnya
Sementara Wakil Ketua STIKES Marendeng Majene, Pattola, menyampaikan. Keterlibatan perguruan tinggi dalam program Desa Ramah Lansia merupakan bagian dari tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Pendampingan oleh dosen dan mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu desa dalam menyusun program berbasis kebutuhan nyata lansia, mulai dari edukasi kesehatan, penguatan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi,” Jelasnya.
Sedangkan Ketua Tim Terpilih, Rahmawati Wardin, mengatakan. Hasil musyawarah desa yang berlangsung secara mufakat, telah memilih dirinya sebagai Ketua Tim Desa Palipi Soreang Ramah Lansia. Sekaligus menjabat sebagai Ketua TP PKK Desa Palipi Soreang. Dimana tim fokus pada penguatan layanan kesehatan lansia, peningkatan peran keluarga, serta pengembangan aktivitas sosial dan ekonomi produktif, termasuk rencana pelaksanaan Bazar Lansia sebagai ruang partisipasi dan kemandirian ekonomi lansia.
“Fokus pada penguatan layanan kesehatan lansia, peningkatan peran keluarga, serta pengembangan aktivitas sosial dan ekonomi produktif,” Harapnya.
Pembentukan Tim Desa Palipi Soreang Ramah Lansia, lanjutnya, diharapkan menjadi titik awal integrasi isu lansia ke dalam dokumen perencanaan desa. Ke depan, program ini akan disinergikan dengan puskesmas, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Pemerintsh Kabupaten Majene. Serta mitra lainnya agar Desa Palipi Soreang dapat menjadi model pengembangan desa ramah lansia di Kabupaten Majene dan Sulawesi Barat.
“Program ini akan disinergikan dengan puskesmas, OPD terkait, serta mitra lainnya agar Desa Palipi Soreang dapat menjadi model pengembangan desa ramah lansia,” Tutupnya.



















