Porostengah.com, Luwu Utara – Gereja Toraja (Getor) Jemaat Saluampak, Klasis Sangbua Lambe’, menggelar ibadah penguraian dan peneguhan pendeta di Desa Mari-mari, Kecamatan Sabbang Selatan, Luwu Utara, pada Kamis, 27 Maret 2025.
Ibadah ini dipimpin oleh Pendeta Palajukan, S.Th, dengan tema khotbah “Hamba yang Setia.”
Dalam ibadah tersebut, dilakukan penguraian terhadap Pendeta Enos Parinding, S.Th, yang telah menyelesaikan masa pelayanannya selama lima tahun (satu periode) sebagai pendeta di Jemaat Saluampak. Selanjutnya, dilakukan peneguhan Pendeta Parista, S.Th, yang akan menggantikan dan memimpin Jemaat Saluampak untuk lima tahun ke depan.
Kepala Desa Mari-mari, Mariana Manna, turut hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan apresiasi atas pelayanan Pendeta Enos selama di Desa Mari-mari. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran Pendeta Enos membawa banyak dampak positif bagi masyarakat.
“Selama Pak Pendeta berada di Desa Mari-mari, sungguh banyak pengaruh positif dan kebaikan yang telah diberikan kepada masyarakat. Jika nanti akan pergi, jangan lupakan kami. Ini bukan perpisahan, tetapi justru kami ingin menyampaikan selamat datang di keluarga besar Desa Mari-mari,” ujarnya.
Selain itu, Kepala Desa juga menyambut baik kehadiran pendeta yang baru diteguhkan dan berharap agar sinergi antara pemerintah desa dan gereja tetap terjalin demi kemajuan Desa Mari-mari.
Sementara itu, Pendeta Enos Parinding mengungkapkan bahwa dirinya telah mengabdi selama 5 tahun, 1 bulan, dan 15 hari di Jemaat Saluampak, sebagai pendeta ketujuh sejak jemaat tersebut berdiri.
Pendeta Gereja Toraja ke-925 itu juga berbagi pengalaman suka dan duka dalam pelayanannya.
“Di tahun pertama, saya hampir menyerah. Namun, dalam proses tersebut, saya tetap setia. Hingga di tahun keempat dan kelima, saya melihat luar biasa kebaikan jemaat di sini. Saya bangga dan terharu bisa melayani di tempat ini. Semua ini adalah anugerah Tuhan,” ungkapnya dengan nada haru.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada jemaat atas segala kekurangan selama masa pelayanannya.
“Saya memohon maaf jika selama saya menjabat ada hal-hal yang mengecewakan hati jemaat,” tambahnya.
Di sisi lain, Pendeta Parista, S.Th, yang baru diteguhkan, berharap agar dirinya dapat diterima dengan baik oleh jemaat.
“Saya berharap jemaat dapat menerima saya di sini, dan semoga kita dapat bergandengan tangan membangun jemaat Tuhan bersama-sama,” harapnya.
Acara berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan, serta diakhiri dengan doa dan ramah tamah bersama seluruh jemaat yang hadir.