POROSTENGAH.COM, Makassar — Idul Adha menjadi momentum untuk kembali memaknai arti keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. Melalui ibadah kurban, nilai-nilai kebersamaan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.
Sebagai bagian dari semangat tersebut, Permodalan Nasional Madani melalui program Bersyukur dan Berkurban menyalurkan 18 hewan kurban berupa sapi kepada warga prasejahterah di desa terpencil di Indonesia. Di kota Makassar sendiri, sebanyak 170 kilogram sapi kurban disalurkan kepada warga prasejahterah.
Bagi sebagian warga, bantuan daging kurban yang diterima bukan hanya sekadar tambahan kebutuhan pangan di hari raya. Lebih dari itu, perhatian dan kepedulian yang diberikan menjadi kebahagiaan tersendiri.
Salah satu warga, Irawati mengaku bersyukur mendapatkan daging kurban dari Permodalan Nasional Madani. Dengan wajah bahagia, ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diterima.
“Alhamdulillah baru kali ini saya mendapat daging kurban. Saya senang mendapatkan bantuan daging kurban. Daging kurban tersebut saya akan masak dan dimakan bersama-sama,” ujarnya, Sabtu (30/05/2026).
Melalui semangat tersebut, Permodalan Nasional Madani ingin menunjukkan bahwa kehadirannya tidak hanya melalui pembiayaan dan pendampingan usaha bagi masyarakat prasejahtera, tetapi juga lewat kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar.




















