POROSTENGAH.COM | SELAYAR – Akun Facebook Ahmad Yasin viral dan menarik perhatian publik. Ia menilai Program Gemerlap bermasalah, khususnya di sektor pertanian.
Ahmad Yasin menuding lemahnya koordinasi antara petani, Dinas Pertanian, dan penyuluh. Ia menyebut pemerintah menyalurkan pupuk tanpa pendampingan lapangan. Akibatnya, puluhan karung pupuk terbuang.
“Habis diantarkan lalu dibiarkan, yang penting sudah ada tanda terimanya,” tulis Ahmad Yasin.
Ia juga menyoroti distribusi bibit kelapa. Menurutnya, pemerintah berisiko membiarkan bibit terbengkalai jika pola lama terus berulang.
Ahmad Yasin menegaskan anggaran pupuk dan bibit berasal dari uang rakyat. Ia meminta pemerintah mengelola anggaran itu secara transparan dan bertanggung jawab.
Ia menambahkan, pemerintah seharusnya sudah menanam seluruh bibit kelapa tahun anggaran 2025. Petani juga seharusnya sudah memanfaatkan pupuk yang diterima.
Pewarta mengonfirmasi langsung Ahmad Yasin. Ia membenarkan isi unggahan tersebut. Ia menyatakan informasi itu sesuai kondisi lapangan.
“Memang ada kejadian seperti itu. Lokasi tidak perlu dipertanyakan. Informasi yang saya posting sudah A1,” tegasnya.
Unggahan ini memicu reaksi warganet. Banyak pihak mendesak Dinas Pertanian memberi penjelasan resmi. Mereka juga meminta pemerintah mengevaluasi Program Gemerlap.
Pewarta masih menghubungi Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Selayar. Publik menunggu klarifikasi dan langkah nyata pemerintah.



















