PMB UM Bulukumba BRI KCP RATULANGI
BRI KCP RATULANGI

Sejumlah Dapur SPPG di Selayar Disuspend, Mayoritas Dikelola Satu Yayasan

Selayar, Porostengah.com – Sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kepulauan Selayar dipastikan mengalami penghentian operasional sementara (suspend). Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan bahwa sebagian besar dapur yang terdampak berada di bawah pengelolaan satu yayasan.

Kebijakan penghentian sementara ini disebut berkaitan dengan persoalan teknis yang belum memenuhi standar operasional, terutama pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi guna memastikan seluruh dapur SPPG berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hari Jadi Luwu 758 Ucapan Natal 2025 PT. BMS Ucapan Natal Bank BRI Kas Summarecon BRI KCP Ratulangi PT. MASMINDO DWI AREA BROSUR PMB UM BULUKUMBA 2025

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Gizi Nasional (BGN), sebagian besar dapur SPPG di Selayar memang tercatat berada dalam naungan satu yayasan pengelola. Kondisi ini membuat dampak penghentian operasional terasa lebih luas karena terpusat pada satu jaringan pengelolaan

Penghentian operasional tersebut turut berdampak pada penyaluran makanan bergizi kepada siswa sekolah, khususnya di tingkat sekolah dasar yang selama ini menjadi penerima manfaat program.

Beredar pula pesan singkat yang dikirim kepada pihak sekolah pada Kamis, 2 April 2026, yang mengonfirmasi kondisi tersebut. Dalam pesan itu disampaikan bahwa mulai Jumat, 3 April 2026, operasional SPPG Kepulauan Selayar dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan.

Seorang guru sekolah dasar di Selayar mengungkapkan bahwa program SPPG memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas belajar siswa.

“Program ini sangat membantu anak-anak. Kalau dihentikan, tentu ada pengaruh terhadap energi dan konsentrasi mereka di kelas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh orang tua siswa yang berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait agar layanan kembali berjalan.

“Kami berharap segera ada solusi. Anak-anak sangat terbantu dengan adanya makanan bergizi ini,” katanya.

Sorotan publik kini mengarah pada yayasan pengelola yang disebut-sebut menaungi sebagian besar dapur yang disuspend. Masyarakat menilai, pengelolaan teknis, termasuk pengolahan limbah, harus menjadi perhatian serius agar program dapat berjalan berkelanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG maupun yayasan terkait mengenai durasi penghentian operasional dan langkah perbaikan yang akan dilakukan. Namun, masyarakat berharap evaluasi ini dapat segera diselesaikan agar penyaluran gizi bagi siswa kembali normal.

PT. MASMINDO DWI AREA
PMB UM BULUKUMBA
error: Content is protected !!