POROSTENGAH.COM | MAROS – Tim SAR gabungan menemukan serpihan yang diduga berasal dari pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Temuan ini menjadi petunjuk awal dalam proses pencarian pesawat tersebut.
Serpihan pertama kali diketahui dari rekaman video amatir sejumlah pendaki yang berada di puncak Gunung Bulusaraung. Dalam video tersebut terlihat benda yang diduga merupakan bagian dari pesawat yang dilaporkan hilang pada siang hari.
Selain laporan dari pendaki, tim SAR udara juga melaporkan adanya serpihan berwarna merah yang terlihat dari udara di sekitar Gunung Bulusaraung, tepatnya di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Informasi tersebut diperoleh kru helikopter saat melakukan pemantauan dan penyisiran di sektor pencarian.
Kepala Seksi Ops Basarnas Makassar, mengatakan temuan tersebut masih dalam tahap verifikasi.
“Tim SAR menerima laporan adanya serpihan yang diduga berasal dari pesawat. Saat ini tim gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kebenaran temuan tersebut,” ujarnya.
Menindaklanjuti informasi itu, tim SAR gabungan segera dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan. Untuk mempercepat proses pencarian, tim dibagi ke dalam tiga regu yang melakukan penyisiran melalui jalur darat dan udara.
“Medan pencarian cukup sulit karena berada di kawasan pegunungan. Namun seluruh unsur SAR terus berupaya maksimal agar proses pencarian dapat berjalan optimal,” lanjutnya.
Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, serta unsur potensi SAR lainnya turut diterjunkan menyusuri medan pegunungan yang terjal di sekitar lokasi temuan serpihan.
Diketahui, pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport tersebut bertolak dari Yogyakarta dan dijadwalkan mendarat di Kota Makassar dengan membawa delapan orang kru dan tiga orang penumpang.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi temuan serpihan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari tim SAR,” tutupnya.
















