Tembus Target 46 Persen, Capaian Cek Kesehatan Gratis di Selayar Urutan Keempat se-Sulsel

Selayar, Porostengah.com – Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi satu dari enam kabupaten di Sulawesi Selatan yang berhasil melampaui target nasional pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

‎Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan per 14 Agustus 2026, capaian CKG di Kabupaten Kepulauan Selayar telah menyentuh angka 50,45 persen, melewati target nasional sebesar 46 persen.

PT. BMS HUT RI KE 81 PT. BMS

‎Hasil ini menempatkan Kepulauan Selayar di peringkat keempat se-Sulawesi Selatan, di bawah Pangkajene dan Kepulauan (84,59%), Bantaeng (54,35%), serta Wajo (53,45%).

‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar, dr. Frengki Wijaya, mengapresiasi capaian tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelayanan CKG tidak akan berhenti begitu saja.

‎“Sudah ada enam kabupaten yang melebihi target, termasuk Selayar. Namun, teman-teman di Puskesmas tetap terus memaksimal giat CKG pada sisa waktu 4,5 bulan ini sebelum memasuki tahun 2027,” ujar dr. Frengki Wijaya. 18/08/2026

‎Ia menambahkan, seluruh jajaran Puskesmas terus didorong untuk memperluas cakupan pemeriksaan kesehatan masyarakat. Langkah ini penting untuk memastikan program tidak sekadar mengejar angka, melainkan benar-benar menjamin akses layanan kesehatan yang merata.

‎Data Capaian CKG Per Puskesmas (per 14 Agustus 2026)

‎Secara akumulatif, program CKG di 15 wilayah Puskesmas se-Kabupaten Kepulauan Selayar telah menjangkau 70.392 orang (51,64%) dari total sasaran 136.322 orang.

‎Capaian tertinggi dicatat oleh Puskesmas Polebunging dengan 84,58% (4.055 warga terlayani), disusul Puskesmas Buki (78,50%) dan Puskesmas Bontoharu (76,46%). Sebaliknya, capaian terendah terdapat di Puskesmas Pasimarannu yang baru mencatatkan 13,05% (1.403 warga), diikuti Pasilambena (23,92%) dan Pasitallu (36,00%).

‎Meskipun secara umum Kabupaten Kepulauan Selayar telah melampaui target nasional dan unggul dibanding capaian rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan (29,89%), kesenjangan antarwilayah Puskesmas masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan berkomitmen memfokuskan pendampingan pada wilayah-wilayah yang masih rendah hingga akhir tahun 2026.

error: Content is protected !!