POROSTENGAH.COM | MAROS – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap kecelakaan pesawat yang terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), tepatnya di kawasan Bulu Saraung.
Pada Sabtu pagi, sekitar pukul 06.00 WITA, Tim SAR telah memberangkatkan Tim Aju dengan membawa drone serta berbagai peralatan evakuasi. Selang 30 menit kemudian, tepat pukul 06.30 WITA, helikopter milik TNI AL (Lanut) juga diberangkatkan untuk melakukan penyisiran udara menuju lokasi kejadian.
Hasil pencarian udara mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Pada pukul 07.46 WITA, kru helikopter melaporkan telah melihat serpihan kecil yang diduga merupakan bagian jendela pesawat. Tidak lama berselang, sekitar pukul 07.49 WITA, kembali terpantau serpihan berukuran besar yang dicurigai sebagai bagian badan dan ekor pesawat.
Serpihan besar tersebut terlihat berada di lereng bagian selatan, tepat di bawah puncak gunung, sementara posisi utara merupakan bagian puncak. Menindaklanjuti temuan itu, Tim Aju yang lebih dahulu diberangkatkan langsung diarahkan menuju lokasi badan pesawat.
Namun, proses menuju titik lokasi mengalami kendala medan. Akses menuju badan pesawat diketahui sangat terjal sehingga tim harus memperhitungkan aspek keselamatan sebelum melakukan penurunan. Meski demikian, saat ini personel SAR telah tiba di area tersebut dan masih melakukan upaya pendekatan dengan aman.
Sementara itu, untuk temuan di Pos 9, tim hanya menemukan serpihan kecil berupa potongan kertas yang diduga berasal dari pesawat, sebagaimana temuan sebelumnya.
Terkait rencana evakuasi, pihak SAR melalui Kasi OPS Basarnas Andi Sultan menyampaikan bahwa jalur evakuasi akan tetap menggunakan jalur pendakian yang dinilai paling aman dan mudah dijangkau, meskipun terdapat jalur lain yang lebih dekat namun memiliki tingkat kecuraman tinggi.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Untuk mendukung proses evakuasi, tersedia sekitar 400 hingga 500 personel gabungan yang siap membantu di lapangan,” ujar Andi Sultan dalam wawancaranya
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya lanjutan di lokasi penemuan dengan mengedepankan faktor keselamatan seluruh personel..



















