‎Viral ! Diduga Dicuri Petugas, Kuota BBM Warga Selayar Raib Tanpa Jejak

Porostengah.com, Selayar – Dugaan penyalahgunaan QR Code untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di APMS Bua-bua milik PT Tanrijaya Utama, Benteng Selayar, dengan kode SPBU 7592801, membuat resah sejumlah pemilik QR Code sah. Kasus ini mencuat setelah seorang warga, Andi Nurfaisal, membagikan pengalamannya di akun Facebook pribadinya.

‎Dalam unggahannya, Andi mengisahkan bahwa beberapa hari sebelumnya ia membeli BBM di SPBU yang terletak dekat Jembatan Bua-bua. Saat itu, petugas SPBU meminta dan memfoto QR Code miliknya. Namun, ia baru menyadari kejanggalan saat hendak membeli BBM kembali. Kuota BBM-nya sudah habis, padahal ia mengaku belum melakukan pembelian dalam jumlah besar.

Bupati dan Wakil Bupati Luwu 2025 - 2030 iklan berbayar Pengumuman KPU Selayar Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pilkada 2024 Dirgahayu 27 Tahun Masmindo Dwi Area Pengumuman Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Palopo Tahun 2024 Pasca Putusan MK

 

‎”Hati-hati beli BBM di Pertamina Benteng (Selayar) yang dekat jembatan Bua-bua. Beberapa hari yang lalu saya beli BBM, kemudian saat meminta QR Code, petugasnya memfoto QR Code saya. Hari ini saya baru sadar kuota saya sudah habis, padahal tidak pernah beli,” tulis Andi dalam postingannya.

‎Andi menduga QR Code miliknya telah disalahgunakan untuk pembelian hingga 120 liter Pertalite—jauh melebihi batas konsumsi pribadinya. Akibatnya, kuota subsidi miliknya habis. Ia juga mengungkap bahwa kasus serupa pernah dialami warga lain di lokasi yang sama.

‎”Tadi mobil saya sudah hampir kehabisan bensin. Tiba-tiba saat discan, sudah tidak bisa beli bensin lagi. Kejadiannya habis Magrib 05 April 2025, sekitar pukul 18.30 di Makassar. Saya bahkan sempat bersitegang dengan petugas Pertamina. Setelah saya cek aplikasi, ada riwayat transaksi 120 liter,” tambahnya.

‎Unggahan tersebut langsung mendapat respons dari warganet. Banyak yang mengecam dugaan penyalahgunaan itu dan mendesak Pertamina serta pihak terkait untuk segera mengambil tindakan. Beberapa komentar juga menyarankan masyarakat untuk lebih waspada saat menyerahkan QR Code ke petugas SPBU. Kejadian ini dinilai sebagai bentuk baru dari praktik percaloan.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak APMS Bua-bua maupun Pertamina terkait dugaan penyalahgunaan tersebut. Namun, insiden ini membuka sorotan terhadap potensi celah dalam sistem digitalisasi distribusi BBM bersubsidi, yang seharusnya mempermudah, bukan merugikan masyarakat.

Bawaslu Selayar Palopo Pilwalkot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!