PMB UM Bulukumba BRI KCP RATULANGI
BRI KCP RATULANGI

Pemkab Luwu dan Masmindo Dwi Area Serahkan Fasilitas Pengolahan Nilam, Perkuat Usaha dan Peluang Kerja Masyarakat

POROSTENGAH.COM | LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) melaksanakan serah terima fasilitas pengolahan nilam kepada Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat di Desa Bonelemo. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Serah terima tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Rahimullah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Luwu Kasmaruddin, Sekretaris Pokja Zulkarnaim, Camat Bajo Barat Imran Salang, perwakilan pemerintah desa, pengurus koperasi, serta masyarakat setempat.

Hari Jadi Luwu 758 Ucapan Natal 2025 PT. BMS Ucapan Natal Bank BRI Kas Summarecon BRI KCP Ratulangi PT. MASMINDO DWI AREA BROSUR PMB UM BULUKUMBA 2025

Penyerahan ini menandai dimulainya pengelolaan fasilitas pengolahan nilam oleh koperasi masyarakat. Fasilitas tersebut sebelumnya dibangun dan dipersiapkan secara bertahap sejak 2023 sebagai bagian dari pengembangan usaha nilam yang dirancang untuk dikelola langsung oleh masyarakat melalui kelembagaan koperasi.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Teknik Tambang MDA Mustafa Ibrahim menyampaikan bahwa MDA tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga menyiapkan ekosistem usaha yang terintegrasi. Pengembangan dilakukan mulai dari pendampingan petani di tingkat budidaya, penguatan kelembagaan koperasi sebagai pengelola, hingga penyiapan sistem pengolahan hasil agar produksi berjalan berkelanjutan dan memberi nilai tambah.

Fasilitas yang diserahkan meliputi gudang bahan baku, area penjemuran, serta unit ketel penyulingan. Seluruh sarana tersebut dirancang untuk meningkatkan nilai tambah hasil nilam masyarakat. Operasional fasilitas dilakukan oleh koperasi dengan dukungan pendampingan agar pengelolaan berjalan stabil dan profesional.

Pada Program Tahap I periode 2023–2025, MDA memfokuskan kegiatan pada pembentukan dan penguatan Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat. Koperasi ini telah memiliki legalitas resmi dan dikelola oleh perwakilan masyarakat dari sejumlah desa di sekitar wilayah program.

Pengurus koperasi mendapatkan pendampingan terkait manajemen organisasi, pengelolaan keuangan, serta perencanaan usaha. Mereka dipersiapkan sebagai pengelola utama fasilitas pengolahan nilam yang kini telah diserahkan.

Di tingkat hulu, petani nilam memperoleh pembinaan melalui pengembangan demplot dan penerapan Good Agricultural Practice (GAP) guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil. Sementara di tingkat hilir, hasil produksi telah memiliki pembeli dan akses pasar yang jelas, sehingga membentuk rantai usaha yang terintegrasi.

Melalui pengembangan usaha nilam berbasis koperasi, masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga pelaku utama usaha. Program ini membuka peluang kerja dan usaha di sektor budidaya maupun pengolahan, sehingga penguatan ekonomi tidak semata bergantung pada kesempatan kerja formal di perusahaan.

Kepala Desa Bonelemo, Baso, menilai pendekatan tersebut memberi kejelasan dan kepastian bagi masyarakat karena pengembangan dilakukan secara menyeluruh.

“Yang kami lihat bukan hanya fasilitas yang dibangun, tetapi juga sistem pengelolaan yang disiapkan. Petani dibina, koperasi diberi peran, dan hasil nilam memiliki jalur pengolahan serta pasar yang jelas,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya serah terima ini, pengelolaan usaha nilam oleh koperasi tidak berhenti pada penyerahan fasilitas semata. Ke depan, Tahap II Program Pengembangan Nilam yang direncanakan mulai 2026 akan difokuskan pada penguatan manajemen usaha koperasi, peningkatan kapasitas petani dalam budidaya dan pascapanen, serta pengembangan nursery dan demplot lanjutan.

PT. MASMINDO DWI AREA
PMB UM BULUKUMBA
error: Content is protected !!