Maros – Anggota Koramil 1422-03/Camba bersama jajaran Polsek, Manggala Agni, Damkar, Satpol PP dan masyarakat berjibaku melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Bukit Teletabis, Dusun Barua, Desa Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Rabu (26/8/2026).
Kebakaran diketahui sekitar pukul 09.00 Wita setelah anggota menerima informasi dari masyarakat terkait adanya kobaran api yang membakar lahan di wilayah tersebut. Mendapat laporan tersebut, personel Koramil 1422-03/Camba bersama unsur terkait segera bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus melakukan penanganan awal agar api tidak semakin meluas.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api tengah membakar vegetasi rumput gajah di kawasan perbukitan Bukit Teletabis dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai ±1,5 hektare. Kondisi angin yang cukup kencang membuat proses pemadaman harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi guna mencegah api merambat ke wilayah di sekitarnya.
Dalam penanganan tersebut, sebanyak 40 personel terlibat, terdiri dari 5 anggota Koramil 1422-03/Camba, 5 personel Polsek, 5 personel Manggala Agni, 5 personel Damkar Cenrana, 5 personel Satpol PP serta 20 orang masyarakat.
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Camba, dua unit alat semprot punggung jenis Jet Shouter serta tiga unit sepeda motor untuk mendukung mobilitas personel menuju titik-titik api.
Berkat kerja sama dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 10.30 Wita. Tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang mengalami cedera dalam kejadian tersebut. Kebakaran juga tidak sampai menjalar ke permukiman warga maupun fasilitas umum.
Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan berupa lahan yang terbakar seluas ±1,5 hektare di kawasan Bukit Teletabis.
Kecepatan respons dan kolaborasi antara TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar, Satpol PP dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas. Penanganan secara bersama-sama berhasil menghentikan kobaran api sebelum merambah ke wilayah lain yang berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar.
Koramil 1422-03/Camba juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, khususnya terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya.
Sinergi dan kepedulian bersama menjadi kekuatan utama dalam menjaga lingkungan serta mencegah Karhutla meluas di wilayah Kabupaten Maros.



