News  

Antrean Mengular di APMS Tanri Jaya, Satgas Kemana?

Selayar, Porostengah.com – Antrean kendaraan mengular di APMS Tanri Jaya Utama, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (10/10/2026). Di tengah kondisi tersebut, keberadaan sejumlah sepeda motor jenis Thunder menjadi sorotan warga yang mempertanyakan efektivitas pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM), termasuk peran Satgas yang telah dibentuk untuk mengawasi penyalurannya.

Berdasarkan pantauan AS, salah seorang warga Benteng Selayar yang melintas, APMS Tanri Jaya Utama belum dibuka, sementara sejumlah sepeda motor sudah terlihat terparkir rapi di sekitar area pengisian BBM.

PT.Masmindo Dwi Area

Pemandangan yang menarik perhatian adalah sejumlah sepeda motor Thunder yang berjajar. Bahkan, menurut AS, terdapat kendaraan dalam kondisi rusak yang hanya didorong oleh pemiliknya.

“APMS belum terbuka, tetapi motor sudah banyak yang parkir rapi. Ada juga motor rusak yang hanya didorong pemiliknya,” ungkap AS, menggambarkan kondisi yang disaksikannya.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pola antrean dan pengawasan kendaraan yang masuk maupun keluar dari APMS. Terlebih, AS mengaku sempat menghubungi salah seorang pejabat di Kabupaten Kepulauan Selayar dan mendapat informasi bahwa Satgas telah berada di lokasi.

Informasi itu justru memunculkan pertanyaan lanjutan. Jika Satgas sudah berada di lokasi, bagaimana pengawasan terhadap kendaraan yang keluar-masuk, khususnya sepeda motor Thunder yang disebut warga beraktivitas di sekitar APMS?

Satgas Sudah Dibentuk, Lalu ke Mana Pengawasannya? Keberadaan Satgas yang dibentuk untuk mengawasi distribusi BBM semestinya memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa penyaluran berjalan sesuai ketentuan. Namun, kondisi antrean yang disoroti warga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan di lapangan.

Satgas yang telah dibentuk itu sebenarnya berada di mana, dan sejauh mana pengawasan yang dilakukan terhadap aktivitas kendaraan di APMS Tanri Jaya Utama?

Pertanyaan ini penting dijawab secara terbuka. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana mekanisme pengawasan dijalankan, siapa yang bertugas di lapangan, serta langkah apa yang dilakukan apabila ditemukan aktivitas distribusi BBM yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Meski demikian, keberadaan sepeda motor Thunder di lokasi tersebut belum dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran. Diperlukan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak terkait untuk memastikan pola pembelian BBM serta kesesuaian aktivitas kendaraan dengan ketentuan yang berlaku.

Redaksi telah berupaya mengonfirmasi penanggung jawab APMS Tanri Jaya Utama terkait kondisi antrean, keberadaan sejumlah sepeda motor Thunder, serta mekanisme pengawasan distribusi BBM di lokasi tersebut.

Namun, hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh jawaban dari penanggung jawab APMS.

Belum adanya tanggapan tersebut membuat sejumlah pertanyaan mengenai kondisi antrean dan pelaksanaan pengawasan masih menunggu penjelasan dari pihak pengelola.

Publik kini menanti keterangan dari pengelola APMS maupun pihak yang bertanggung jawab atas Satgas pengawasan distribusi BBM di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Jangan sampai pembentukan Satgas hanya menjadi formalitas administratif tanpa pengawasan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Jika Satgas sudah dibentuk dan disebut berada di lokasi, lalu siapa yang memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan? Dan ketika warga mempertanyakan aktivitas kendaraan di APMS, siapa yang bertanggung jawab memberikan penjelasan?

Pertanyaan tersebut menunggu jawaban konkret dari pihak terkait demi transparansi dan kepastian distribusi BBM bagi masyarakat Selayar.

error: Content is protected !!