News  

Menperin Apresiasi Matappa Academy Masmindo, 76 Warga Lokal Ikuti Pelatihan Industri

MAKASSAR, POROSTENGAH.COM – Upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal melalui program Matappa Academy PT Masmindo Dwi Area (MDA) mendapat apresiasi Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Muhammad Sarmuji, saat mengunjungi peserta pelatihan dan sertifikasi Traineeship Program di Politeknik ATI Makassar, Sabtu (17/10/2026).

Program yang memasuki angkatan kedua atau Batch 2 tersebut diikuti 76 peserta dari berbagai wilayah di sekitar operasional PT Masmindo Dwi Area di Kabupaten Luwu. Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat keterampilan teknis dan nonteknis masyarakat lokal agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia industri, khususnya sektor pertambangan.

PT.Masmindo Dwi Area

Kunjungan Menteri Perindustrian itu sekaligus menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan vokasi, dan perusahaan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Dalam kunjungan tersebut, Sarmuji didampingi jajaran Kementerian Perindustrian dan disambut Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, bersama sivitas akademika. Selain meninjau fasilitas kampus, ia juga menyempatkan diri bertemu dan memberikan motivasi kepada para peserta pelatihan.

Sarmuji mengapresiasi kerja sama Politeknik ATI Makassar dan PT Masmindo Dwi Area dalam membekali peserta dengan keterampilan teknis (hard skill) maupun keterampilan nonteknis (soft skill).

Kolaborasi tersebut dinilai mencerminkan konsep link and match, yakni penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, menjelaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi merupakan bagian dari peran pendidikan vokasi dalam menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja terampil.

“Melalui pelatihan dan sertifikasi, calon karyawan dibekali keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia usaha, sehingga kesiapan kerja mereka terukur melalui pengakuan kompetensi yang mereka miliki,” jelas Basri.

 

Peluang Tenaga Kerja Lokal Jadi Perhatian

Bagi peserta, program tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Yulgres Bakker, peserta asal Dusun Minanga, Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, mengaku bangga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan dan bertemu langsung dengan Menteri Perindustrian.

Lulusan SMA Negeri 2 Walenrang itu berharap pelatihan dapat memberikan bekal pengetahuan, pengalaman, serta keterampilan yang berguna untuk membangun masa depan.

“Saya merasa sangat senang dan terhormat bisa bertemu langsung dengan Bapak Menteri Perindustrian. Harapan saya, pelatihan ini dapat memberikan ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang bermanfaat bagi kami sebagai peserta,” ungkap Yulgres.

Ia juga berharap program tersebut mampu meningkatkan kompetensi dan kedisiplinannya, terutama untuk menghadapi kebutuhan tenaga kerja di sektor pertambangan.

Harapan serupa disampaikan Sigit Irwanto, peserta asal Desa Pongsamelung, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, yang dipercaya sebagai ketua kelas dalam pelatihan tersebut.

Sigit mengaku telah memiliki pengalaman bekerja di sektor industri, termasuk sebagai operator dump truck. Meski demikian, ia menilai peningkatan kompetensi tetap diperlukan agar tenaga kerja lokal mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan industri.

Menurutnya, program pelatihan semacam ini perlu terus didukung agar masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan keterampilan profesional.

“Kami ingin tenaga kerja lokal memiliki kemampuan yang memadai agar semakin banyak kebutuhan industri dapat dipenuhi oleh masyarakat dari daerah sendiri,” harapnya.

 

Matappa Academy dan Tantangan Peningkatan Kompetensi

PT Masmindo Dwi Area menyebut pengembangan sumber daya manusia lokal sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar Awak Mas Project.

Melalui Matappa Academy, perusahaan berupaya memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri pertambangan. Kerja sama dengan lembaga pendidikan vokasi menjadi salah satu pendekatan untuk mempertemukan kompetensi tenaga kerja lokal dengan kebutuhan perusahaan.

Pelaksanaan program hingga Batch 2 menunjukkan bahwa pelatihan tersebut berlanjut. Namun, dampak program terhadap kesempatan kerja masyarakat lokal tetap menjadi aspek penting untuk diperhatikan, termasuk sejauh mana kompetensi yang diperoleh peserta dapat mendukung akses terhadap pekerjaan di sektor industri.

Kunjungan Menteri Perindustrian diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.

Bagi masyarakat Kabupaten Luwu, peningkatan keterampilan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan dan sertifikasi, tetapi juga dapat membuka peluang bagi tenaga kerja lokal untuk mengambil bagian dalam perkembangan industri di daerahnya.

error: Content is protected !!