Porostengah.com, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat dukungan terhadap pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui perluasan akses layanan keuangan dan sinergi dengan pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dukungan tersebut ditunjukkan melalui partisipasi BRI dalam kegiatan Sinergi Penguatan KDKMP untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, dan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Kamis (15/10/2026).
Dalam kegiatan itu, perwakilan pemerintah bersama jajaran BRI meninjau operasional koperasi, mulai dari ketersediaan stok barang di gudang, produk di rak penjualan, hingga transaksi di kasir. Peninjauan juga dilakukan untuk menyerap masukan masyarakat terkait harga dan kualitas pelayanan koperasi.
Langkah tersebut bertujuan memastikan berbagai temuan di lapangan dapat ditindaklanjuti oleh Kementerian Koperasi, Agrinas, dan BUMN pemasok, terutama terkait penyaluran barang bersubsidi agar sesuai dengan ketentuan.
Di Lampung Selatan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf, SEVP Institutional Business BRI Suyitno, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi, serta Deputi Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pemberdayaan Masyarakat Kemensetneg Johar Arifin mengunjungi KDKMP Desa Bumisari, Kecamatan Natar.
Pada kesempatan tersebut, BRI melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat Desa Bumisari.
Sementara itu, di Kabupaten Nganjuk, Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Direktur Commercial BRI Alexander Dippo Paris meninjau KDKMP Sambiroto, KDKMP Nglawak, dan KDKMP Garu.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan KDKMP merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
Menurut dia, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga diharapkan menjadi wadah bagi tumbuhnya wirausaha muda dan berkembangnya kegiatan ekonomi produktif.
Selain itu, koperasi diharapkan berperan sebagai penyerap hasil panen petani atau offtaker, sehingga dapat membantu menjaga stabilitas harga komoditas pertanian.
Dengan peran tersebut, KDKMP diharapkan mampu memperkuat rantai distribusi kebutuhan pokok sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat perdesaan.
Perluas Akses Layanan Keuangan
BRI memperkuat integrasi layanan perbankan dengan aktivitas KDKMP melalui optimalisasi jaringan BRILink Agen. Upaya ini dilakukan untuk mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat sekaligus mendukung pengembangan usaha di tingkat desa.
Direktur Commercial BRI Alexander Dippo Paris mengatakan dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem keuangan koperasi dan meningkatkan kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan perbankan.
Melalui BRILink Agen, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan keuangan, antara lain setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, serta pembelian produk dan layanan tertentu.
Jaringan tersebut juga mendukung akses terhadap produk simpanan dan pembiayaan BRI melalui mekanisme rujukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, BRI menyediakan layanan cash pick up serta fasilitas pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pedagang untuk mempermudah transaksi di lingkungan koperasi dan masyarakat desa.
Penguatan layanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasional koperasi sekaligus memperluas inklusi keuangan di wilayah perdesaan.
Pastikan Kesiapan Operasional Koperasi
Rangkaian kunjungan pemerintah tersebut merupakan bagian dari agenda yang melibatkan 19 menteri, wakil menteri, dan pimpinan lembaga untuk meninjau 107 KDKMP di tujuh provinsi.
Kegiatan ini juga dilaksanakan seiring dengan rampungnya pembangunan 27.894 bangunan KDKMP. Pemerintah ingin memastikan koperasi yang telah dibangun memiliki kesiapan operasional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut meliputi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), MinyaKita, LPG 3 kilogram, serta pupuk bersubsidi. Ketersediaan komoditas tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan harga sesuai ketentuan.
BRI menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan KDKMP.
Melalui perluasan akses layanan keuangan, penguatan transaksi, dan dukungan terhadap kegiatan usaha produktif, BRI berupaya mendorong koperasi menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.













