DPLK BRI Raih ESG Award 2026, Rp13,30 Triliun Dana Kelolaan Masuk Portofolio Berkelanjutan

Jakarta, Porostengah.com – Bukan sekadar penghargaan. Di balik Kehati ESG Award 2026 yang diraih Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI, terdapat angka Rp13,30 triliun yang menunjukkan semakin besarnya porsi dana kelolaan yang ditempatkan pada investasi berbasis prinsip keberlanjutan.

Per April 2026, DPLK BRI mencatat total Asset Under Management (AUM) sebesar Rp31,54 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp13,30 triliun atau 42,1 persen telah masuk dalam portofolio investasi berbasis ESG.

PT. BMS HUT RI KE 81 PT. BMS

 

Angka itu bukan angka yang stagnan.

Investasi berbasis ESG DPLK BRI meningkat dari Rp12,53 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp13,30 triliun pada April 2026. Artinya, dalam beberapa bulan pertama 2026, terdapat tambahan sekitar Rp770 miliar dalam portofolio berbasis ESG.

Penguatan portofolio tersebut berjalan seiring dengan komitmen DPLK BRI menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan aset dan investasinya.

Komitmen itu kemudian mendapat pengakuan melalui Kehati ESG Award 2026, dengan DPLK BRI menjadi pemenang sektor Pasar Modal (Capital Market) untuk kategori Dana Pensiun (Pension Fund).

Penghargaan diserahkan pada 6 Agustus 2026 di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD Lot 11A, Jakarta. Ketua Pengurus DPLK BRI, Arie Sus Miyanti, hadir menerima penghargaan tersebut.

 

Bukan Hanya Soal Investasi

ESG yang diterapkan DPLK BRI tidak hanya ditempatkan pada keputusan investasi.

Dalam aspek sosial, DPLK BRI memperluas akses kepesertaan program pensiun, terutama bagi pekerja bukan penerima upah dan masyarakat di sektor informal.

Pada aspek lingkungan, sistem digital onboarding melalui pendaftaran paperless diterapkan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi penggunaan dokumen fisik.

Sementara pada aspek tata kelola, DPLK BRI menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan investasi, mengembangkan integrasi API bagi klien korporat, serta memperluas kanal layanan melalui ekosistem e-channel BRI.

Dana Jangka Panjang, Dampak Jangka Panjang

Sebagai pengelola dana pensiun, posisi DPLK BRI memiliki karakter investasi jangka panjang.

Direktur Treasury and International Banking BRI, Farida Thamrin, menyebut DPLK BRI memiliki peran strategis dalam mengelola dana jangka panjang yang tidak hanya diarahkan untuk memberikan hasil investasi optimal, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, integrasi ESG dalam operasional bisnis turut memperkuat ketahanan industri keuangan sekaligus mendistribusikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Dengan Rp13,30 triliun atau 42,1 persen dari total AUM yang telah berada dalam investasi berbasis ESG, arah pengelolaan dana DPLK BRI menunjukkan semakin kuatnya integrasi prinsip keberlanjutan dalam strategi investasinya.

Selain DPLK BRI, BRI sebagai pendiri juga meraih penghargaan pada kategori Debt & Project Financing sebagai Investor/Creditor dalam ajang yang sama.

Ke depan, BRI dan DPLK BRI menyatakan akan terus memperkuat penerapan ESG dalam pengelolaan bisnis dan investasi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi nasabah, peserta, pemegang saham, dan pemangku kepentingan.

error: Content is protected !!