PMB UM Bulukumba BRI KCP RATULANGI
BRI KCP RATULANGI

‎TMMD ke-128 Selayar, Dari Jalan Tani Hingga Air Bersih untuk Warga

Porostengah.com – Suasana di Kelurahan Batangmata Sapo, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, beberapa pekan terakhir tampak berbeda. Deru alat kerja, canda warga, dan semangat gotong royong menyatu dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 1415/Selayar.

‎Program ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang harapan masyarakat yang selama ini menanti perhatian pembangunan di wilayah mereka.

Hari Jadi Luwu 758 Ucapan Natal 2025 PT. BMS Ucapan Natal Bank BRI Kas Summarecon BRI KCP Ratulangi PT. MASMINDO DWI AREA BROSUR PMB UM BULUKUMBA 2025

‎Salah satu yang paling dirasakan warga adalah pembukaan jalan tani. Selama bertahun-tahun, petani di Batangmata Sapo harus melewati jalur yang sulit ketika membawa hasil kebun. Saat musim hujan tiba, jalan menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan.

Pembukaan Jalan Yang berada di Lingkungan Sukadin

‎Kini, kondisi itu perlahan berubah. Jalan tani yang dibuka melalui program TMMD mulai mempermudah aktivitas warga. Hasil pertanian lebih mudah diangkut, sementara akses menuju kebun tidak lagi seberat sebelumnya.

‎Bagi warga, jalan tersebut bukan sekadar akses penghubung, tetapi menjadi harapan baru untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

‎Untuk mendukung kualitas jalan yang dibangun, program TMMD juga melakukan pembuatan drainase di sepanjang akses jalan. Saluran drainase ini dibuat agar aliran air saat hujan dapat berjalan lancar dan tidak merusak badan jalan.

Pembuatan Drainase Jalan Tani Program TMMD ke 128 Kodim 1415 Selayar

‎Keberadaan drainase menjadi bagian penting karena wilayah tersebut kerap diguyur hujan yang dapat menyebabkan genangan maupun erosi. Dengan adanya saluran air yang lebih baik, jalan tani diharapkan lebih awet dan tetap nyaman digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

‎Selain pembukaan jalan, program TMMD juga menyentuh kehidupan masyarakat melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sejumlah warga yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan kini mulai memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

Salah satu Rumah yang menjadi sasaran Fisik RTLH di kelurahan Batangmata Sapo milik Andi Panawang

‎Rumah yang sebelumnya bocor saat hujan, berdinding rapuh, hingga lantai yang masih tanah, perlahan diperbaiki agar lebih nyaman dihuni. Kehadiran bantuan RTLH menjadi kebahagiaan tersendiri bagi penerima manfaat, karena mereka akhirnya dapat tinggal di rumah yang lebih aman bersama keluarga.

‎Di Desa Kahu-Kahu, Kecamatan Bontoharu, pelaksanaan pembangunan RTLH bahkan memiliki cerita tersendiri. Material bangunan harus diangkut melewati jalur laut untuk mencapai lokasi pembangunan. Proses distribusi bahan dilakukan menggunakan perahu karena akses wilayah yang tidak sepenuhnya mudah dijangkau kendaraan darat.

Proses Pengangkutan Material RTLH di Desa Kahu – Kahu

‎Meski harus menghadapi medan dan cuaca laut, semangat personel TNI bersama masyarakat tidak surut. Mereka tetap bekerja bahu-membahu memastikan pembangunan rumah warga dapat berjalan sesuai rencana. Pemandangan personel TMMD mengangkut material melalui pesisir menjadi gambaran nyata perjuangan menghadirkan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan.

RTLH Desa Kahu – Kahu yang menjadi sasaran Fisik yang di tempuh melalui jalur laut

‎Perhatian terhadap kebutuhan masyarakat juga terlihat melalui rehab masjid yang dilakukan dalam program TMMD. Tempat ibadah yang menjadi pusat aktivitas keagamaan warga kini diperbaiki agar lebih nyaman digunakan.

Rehab Masjid di Lingkungan Sukadin Kelurahan Batangmata Sapo

‎Masjid bukan hanya tempat salat bagi masyarakat Batangmata Sapo, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan mempererat hubungan sosial antarwarga. Karena itu, rehab masjid disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat.

‎Di sisi lain, pembangunan sumur bor menjadi salah satu program yang paling dinantikan warga. Selama ini, sebagian masyarakat masih kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Pembangunan Sumur Bor

‎Dengan adanya sumur bor, warga kini memiliki harapan baru untuk memperoleh pasokan air yang lebih mudah dan stabil. Air bersih yang sebelumnya sulit dijangkau kini mulai tersedia lebih dekat dengan permukiman masyarakat.

‎Pelaksanaan TMMD ke-128 juga menghadirkan suasana kebersamaan yang kuat antara TNI dan masyarakat. Personel TNI bersama warga bekerja bahu-membahu menyelesaikan berbagai pembangunan yang menjadi sasaran program.

‎Kebersamaan itu terlihat setiap hari, mulai dari pengerjaan jalan, pembangunan rumah, hingga aktivitas sosial lainnya. Hubungan yang terjalin tidak hanya sebatas pekerjaan, tetapi juga menciptakan kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat.

‎Bagi warga Batangmata Sapo maupun Desa Kahu-Kahu, TMMD ke-128 bukan sekadar program tahunan. Kehadirannya menjadi bukti bahwa pembangunan masih terus bergerak hingga ke pelosok desa dan wilayah kepulauan, membawa manfaat nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

PT. MASMINDO DWI AREA
PMB UM BULUKUMBA
error: Content is protected !!