POROSTENGAH.COM, Makassar — Untuk mendukung mobilitas, kebanyakan konsumen mempertimbangkan nilai aset di masa depan. Karena itu, Toyota dinilai tepat untuk berinvestasi cerdas karena kemampuannya mempertahankan nilai jual kembali yang tinggi dan stabil.
Di balik kokohnya harga jual kembali unit Toyota, terdapat sejumlah faktor yang selama puluhan tahun menjadi kekuatan utama merek tersebut, mulai dari jaringan servis yang luas, kualitas produk yang terjaga, hingga layanan purnajual yang terpercaya.
Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin, mengatakan rahasia membuat di balik kokohnya harga jual kembali unit Toyota adalah dukungan jaringan bengkel resmi yang tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia.
“Salah satu faktor utamanya adalah layanan servis atau bengkel Toyota yang ada di mana-mana. Selain itu faktor kualitas dan durability yang menjadi salah satu faktor kepercayaan masyarakat terhadap unit Toyota,” ujar, Selasa (02/06/2026).
Ia menambahkan bahwa kualitas produk tidak dapat dipisahkan dari layanan purnajual dan ketersediaan suku cadang. Menurutnya, ketiga aspek tersebut memiliki kontribusi besar dalam menjaga kepercayaan pelanggan terhadap Toyota.
“Tentu perannya sangat besar. Karena hal tersebutlah yang membuat masyarakat percaya dengan Toyota. Layanan yang terbaik mulai dari kualitas produk, layanan purnajual, hingga ketersediaan suku cadang menjadi poin utama yang disiapkan Toyota untuk mendukung tercapainya nilai jual kembali,” katanya.
Pengalaman itu dirasakan Muhammad Lutfi Ahmad. Sebelum beralih ke Toyota Veloz, dia awalnya adalah pengguna Calya. Mobil pertamanya itu dijual melalui Toyota Trust, layanan kendaraan bekas dari Kalla Toyota.
“Karena waktu dulu saya beli Calya, katanya harganya masih tinggi kalau ditukar tambah,” akunya.
Melalui program SmartUpgrade, dia melakukan tukar tambah untuk Toyota Veloz. Setelah ditaksasi, harga Calya miliknya terbukti masih tetap tinggi.
“Padahal saya sudah pakai lima tahun itu mobil, harga jualnya masih tinggi” pungkasnya.




















