Makassar, Porostengah.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp84,36 triliun hingga Mei 2026 atau 46,87 persen dari total alokasi KUR tahun 2026 sebesar Rp180 triliun.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Makassar D. Argo Prabowo mengatakan mayoritas penyaluran KUR tersebut diarahkan ke sektor produktif sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional adalah dengan terus mendorong penciptaan lapangan kerja, khususnya melalui penyaluran kredit yang berkualitas kepada segmen UMKM,” kata Argo dalam keterangannya di Makassar.
Ia menjelaskan sebanyak 67,18 persen dari total penyaluran KUR BRI hingga Mei 2026 disalurkan ke sektor produktif. Sementara itu, sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan nilai mencapai Rp35,91 triliun.
Menurut dia, capaian tersebut melanjutkan peran BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia sejak program tersebut diluncurkan pemerintah pada 2007.
Selain menyalurkan pembiayaan, BRI juga menjalankan berbagai program pemberdayaan bagi pelaku UMKM agar memiliki kapasitas usaha yang lebih baik dan memenuhi persyaratan memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan.
Program tersebut antara lain dilakukan melalui edukasi mengenai kewirausahaan, penguatan kemampuan administrasi dan manajerial, peningkatan akses terhadap informasi, pasar, teknologi, dan sumber pendanaan, serta penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Argo mengatakan pemberdayaan UMKM menjadi bagian dari upaya BRI dalam membangun ekosistem usaha yang inklusif sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Melalui berbagai program pemberdayaan, kami ingin mendorong pelaku UMKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing usahanya,” ujarnya.
BRI juga memperluas layanan kepada pelaku usaha ultra mikro melalui Holding Ultra Mikro (UMi) yang dibentuk bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Melalui kolaborasi tersebut, ketiga entitas menghadirkan layanan keuangan yang terintegrasi untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong pelaku usaha ultra mikro berkembang melalui konsep empower, integrate, dan upgrade.
Di sisi lain, BRI terus memperkuat jaringan layanan perbankan di wilayah Regional Office Makassar yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
Saat ini BRI memiliki lebih dari 433 unit kerja yang terdiri atas 37 kantor cabang, 27 kantor cabang pembantu, 348 BRI Unit, 18 kantor kas, dan tiga Teras BRI. Layanan tersebut juga didukung oleh 59.441 Agen BRILink, jaringan ATM, CRM, mesin EDC, merchant QRIS, serta layanan digital dan e-channel guna mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan perbankan.















