SELAYAR, Porostengah.com – Pihak PT ASDP Indonesia Ferry memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di sejumlah media mengenai operasional kapal pada lintasan penyeberangan Bira–Pamatata (PP). ASDP menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebut terdapat empat kapal yang melayani lintasan tersebut tidak sesuai dengan kondisi operasional di lapangan.
Manajemen ASDP menjelaskan, sejak awal hanya terdapat dua kapal yang memang dipersiapkan untuk melayani lintasan Bira–Pamatata, yakni KMP Balibo dan KMP Kormomolin. Sementara dua kapal lainnya yang turut disebut dalam pemberitaan merupakan armada yang ditugaskan pada lintasan berbeda.
“Kami perlu meluruskan informasi yang beredar. Untuk lintasan Bira–Pamatata hanya ada dua kapal yang disediakan, yaitu KMP Balibo dan KMP Kormomolin. Adapun dua kapal lainnya yang disebutkan di media diperuntukkan bagi lintasan yang berbeda,” jelas pihak ASDP.
ASDP juga menjelaskan bahwa operasional KMP Balibo saat ini dihentikan sementara menyusul terbitnya Surat Pemberhentian Operasional dari Bupati Kepulauan Selayar. Menindaklanjuti surat tersebut, ASDP bersama instansi terkait melakukan Ramp Check atau pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi dan kelaikan kapal.
Selama proses pemeriksaan berlangsung, pelayanan penyeberangan Bira–Pamatata sempat hanya dilayani oleh KMP Kormomolin.
Untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, sejak 24 Juli 2026 ASDP memperbantukan KMP Takabonerate melayani lintasan Bira–Pamatata. Armada tersebut akan tetap beroperasi hingga jadwal tetap KMP Takabonerate pada lintasan perintis ditetapkan.
Melalui klarifikasi ini, ASDP berharap masyarakat memperoleh informasi yang akurat terkait pelayanan penyeberangan di lintasan Bira–Pamatata serta tidak terjadi kesalahpahaman akibat informasi yang tidak sesuai dengan kondisi operasional di lapangan.


















