‎HSG Rontok 1,51%, Kebijakan Batas Bawah Saham Rp1 BEI Mulai Tuai Korban

 

‎JAKARTA, Porostengah.com – Pasar modal Indonesia kembali diguncang sentimen negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas cukup dalam, ditutup melemah 1,51% ke level 6.147,85 pada perdagangan terbaru. Kejatuhan ini memicu alarm waspada di kalangan investor domestik, terutama karena bertepatan dengan momentum krusial di bursa.

PT. BMS HUT RI KE 81 PT. BMS

‎Di tengah aksi jual massal yang menekan indeks, sorotan utama pasar tertuju pada implementasi aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) per 28 September 2026. Otoritas bursa resmi menghapus batas bawah harga saham Rp50 (saham gocap) dan mengizinkan saham meluncur bebas hingga Rp1 per lembar.

‎

‎GOTO Jadi Korban Pertama?

‎Kebijakan yang awalnya digadang-gadang untuk meningkatkan likuiditas ini justru langsung memicu volatilitas tinggi. Saham teknologi raksasa, GOTO, menjadi salah satu korban pertama dari “efek Rp1” ini. GOTO langsung terkoreksi tajam melompati batas psikologis lama dan mendarat di level Rp43 per lembar saham.

‎Bagi pengamat, kebijakan ini bagai pisau bermata dua. Di satu sisi, ia membersihkan pasar dari saham-saham “zombie” yang tertahan di harga Rp50. Di sisi lain, aturan ini membuka keran spekulasi tingkat tinggi yang sangat berisiko bagi investor ritel yang minim literasi.

‎

‎Peluang di Tengah Koreksi

‎Meski pasar sedang berdarah, sejumlah analis melihat adanya ruang untuk akumulasi selektif pada saham-saham dengan fundamental kokoh yang ikut terseret sentimen makro. Strategi buy on weakness direkomendasikan untuk beberapa saham pilihan:

1. ‎AADI: Area beli aman diproyeksikan pada rentang 11.550–11.600.

2. ‎AMRT: Menarik dicermati jika menyentuh level koreksi 1.320–1.330.

3. ‎MEDC: Saham komoditas ini layak dikoleksi di area 1.480–1.490.

‎Merosotnya IHSG hari ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar sedang melakukan penyesuaian paksa terhadap rezim harga baru. Otoritas bursa kini dituntut tidak hanya menjaga likuiditas, tetapi juga memperketat pengawasan agar lantai bursa tidak berubah menjadi arena perjudian legal bagi saham-saham bernilai rendah. (*)

error: Content is protected !!