PMB UM Bulukumba BRI KCP RATULANGI
BRI KCP RATULANGI
Daerah  

Babinsa Moncongloe Dampingi Dinas Pertanian dan Peternakan Lakukan Vaksinasi PMK

Maros – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Babinsa Desa Moncongloe Koramil 04/Mandai Kodim 1422/Maros Sertu Muh. Yusuf mendampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) terus menggencarkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

Hari Jadi Luwu 758 Ucapan Natal 2025 PT. BMS Ucapan Natal Bank BRI Kas Summarecon BRI KCP Ratulangi PT. MASMINDO DWI AREA BROSUR PMB UM BULUKUMBA 2025

Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik peternakan, salah satunya di Kecamatan Moncongloe. Kegiatan ini meliputi pengecekan kondisi fisik hewan seperti mulut, kuku, kulit, hingga usia ternak guna memastikan kelayakan hewan kurban.

Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan vaksinasi dan vitamin secara gratis kepada ternak untuk mencegah penyakit, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Jembrana.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan ribuan dosis vaksin untuk mengantisipasi penyebaran penyakit.

“Sejauh ini sudah sekitar 1.500 ekor yang divaksin dan tahap kedua juga 1.500 ekor. Jadi total hampir 3.000 ekor hewan kurban yang kita siapkan menjelang Idul Adha,” ujarnya,Senin, 4 Mei 2026.

Ia menambahkan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh termasuk memastikan usia hewan telah memenuhi syarat kurban.

“Alhamdulillah sampai saat ini Kabupaten Maros masih zero kasus PMK, belum ditemukan adanya hewan yang terinfeksi,” tambahnya.

Di Kabupaten Maros sendiri terdapat sekitar 2.000 lebih ternak kurban yang tersebar di 14 kecamatan dan 29 titik penampungan hewan (TPH).

Sementara itu, salah satu pedagang hewan kurban di Moncongloe, Masyur, mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan dan vaksinasi dari pemerintah.

“Alhamdulillah kita sangat terbantu, sapi-sapi diperiksa kesehatannya, kukunya, giginya, termasuk umurnya. Nanti juga dapat surat kesehatan,” ujarnya.

Dari sisi penjualan, Masyur menyebut terjadi peningkatan permintaan dibanding tahun sebelumnya. Dari total 58 ekor sapi yang disiapkan, sebanyak 35 ekor telah terjual.

“Penjualan meningkat, ada kenaikan sekitar 5 persen. Mungkin karena kebutuhan masyarakat juga tinggi, termasuk biaya operasional dan pakan yang naik,” jelasnya.

Harga sapi kurban di lokasi tersebut bervariasi, mulai dari Rp 14 juta untuk bobot sekitar 60 kilogram hingga Rp 35 juta dengan bobot mencapai 180 kilogram. Seluruh sapi yang dijual merupakan jenis sapi Bali dan berasal dari peternak lokal Maros.

Dengan dilakukannya pemeriksaan intensif dan vaksinasi massal, pemerintah daerah memastikan hewan kurban di Maros dalam kondisi sehat, aman, dan layak dikonsumsi masyarakat saat Idul Adha.

PT. MASMINDO DWI AREA
PMB UM BULUKUMBA
error: Content is protected !!