News  

BMS Lakukan Efisiensi Operasional di Tengah Penurunan Debit Air

LUWU, Porostengah.com – PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) melakukan sejumlah langkah efisiensi untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan di tengah penurunan debit air yang menjadi sumber utama pembangkit listrik.

Site Manager BMS, Muh Aldin, mengatakan debit air saat ini berada pada level terendah dalam lima tahun terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi cuaca ekstrem dan fenomena El Niño sehingga berdampak terhadap pasokan listrik untuk operasional smelter.

PT. BMS HUT RI KE 81 PT. BMS

“Penurunan debit air menyebabkan kemampuan pembangkit BMS dalam memasok kebutuhan listrik mengalami penurunan,” ujar Muh Aldin.

Kondisi tersebut telah berdampak pada produksi dalam tiga bulan terakhir. Pada 16 Agustus 2026, BMS bahkan menghentikan sementara operasi salah satu tungku karena daya listrik yang tersedia belum mencukupi.

Sebagai langkah adaptasi, perusahaan melakukan pengendalian biaya, termasuk merumahkan sementara sebagian karyawan. Kebijakan ini ditempuh setelah berbagai upaya efisiensi operasional dilakukan.

Meski dirumahkan sementara, status karyawan tetap aktif sebagai karyawan BMS. Perusahaan juga memastikan perlindungan jaminan sosial tetap berjalan.

Manajemen BMS akan terus mengevaluasi kondisi pembangkit dan produksi. Jika operasional kembali normal, karyawan yang dirumahkan akan diprioritaskan untuk dipanggil kembali secara bertahap sesuai kebutuhan perusahaan.

error: Content is protected !!