SELAYAR | POROSTENGAH – Upaya menghadirkan hunian layak bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar mulai menunjukkan perkembangan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Benteng Selayar bersama PT Tana Jampea Mandiri tengah menjajaki kerja sama dalam program Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera (KPRS).
Rencana kerja sama tersebut tertuang dalam draft perjanjian antara kedua pihak terkait pemberian fasilitas pembiayaan rumah untuk proyek perumahan “Parappa Permai” yang akan dibangun di Jalan Madja Amirullah, Kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dalam dokumen itu, pihak BRI diwakili oleh Branch Office Head BRI Cabang Benteng Selayar, Widya Pratama Sebastian. Sementara dari pihak developer diwakili Direktur PT Tana Jampea Mandiri, Ahmad Sajjad.
Kerja sama ini disiapkan untuk mendukung penjualan rumah dan ruko melalui fasilitas pembiayaan KPRS kepada masyarakat yang memenuhi syarat sebagai penerima kredit.
Pada draft perjanjian dijelaskan bahwa developer akan membangun kawasan perumahan lengkap dengan prasarana umum seperti jalan lingkungan, jaringan listrik, dan penyediaan air bersih. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan hunian yang layak dan terintegrasi.
Selain itu, pihak bank disebut siap mendukung pembiayaan rumah bagi konsumen melalui skema KPRS, termasuk kemungkinan dukungan program FLPP atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dokumen kerja sama tersebut juga memuat sejumlah ketentuan terkait hak dan kewajiban kedua belah pihak, mulai dari proses pembiayaan, status konsumen sebagai debitur, hingga mekanisme legalitas seperti PPJB, AJB, dan APHT.
Jika kerja sama ini resmi berjalan, proyek Parappa Permai diproyeksikan menjadi salah satu pengembangan kawasan hunian baru di Selayar yang membuka peluang masyarakat untuk memiliki rumah dengan akses pembiayaan yang lebih mudah.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal berkembangnya sektor properti di Kepulauan Selayar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang terjangkau dan memiliki dukungan fasilitas pembiayaan dari perbankan.




















