POROSTENGAH.COM, Makassar — Roadshow film ” Dan Bandung” akhirnya tiba di kota Makassar. Spesial screening tersebut digelar di Nipah XXI Makassar, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang dilanjutkan dengan meet and greet tersebut dihadiri Produser Titin Suryani, Executive Producer Bedy, serta para pemeran utama, yakni Shanna Shannon (Elma), Razan Zu (Doni), dan Theo Supple (Uu). Selain menyaksikan film lebih awal, para penonton juga berkesempatan berdialog langsung dengan para pemain dan tim produksi
Produser Titin Suryani mengatakan, Dan Bandung merupakan film hasil adaptasi novel berjudul sama karya Pidi Baiq. Film ini dapat dinikmati seluruh kalangan karena menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan anak muda, khususnya Generasi Z.
Menurutnya, film tersebut tidak hanya menyuguhkan kisah cinta remaja, tetapi juga mengangkat nilai persahabatan, hubungan keluarga, hingga fase memasuki dunia kerja.
“Ini cocok untuk semua. Ada lucu-lucunya, gemas-gemasnya, cinta-cintanya, dan juga kedalaman persahabatan serta keluarga. Jadi ekspektasinya, film ini memang sangat layak untuk ditonton karena relate banget dengan Gen Z sekarang,” ujar Titin.
Ia menambahkan, cerita dalam film juga relevan bagi pelajar SMA, mahasiswa, hingga anak muda yang mulai memasuki dunia profesional.
“Kalau untuk anak SMA, ini relate. Untuk anak kuliah juga bisa banget, apalagi ketika sudah masuk ke dunia kerja. Jadi wajib banget untuk anak muda,” katanya.
Sementara itu, pemeran Film Doni, Razan Zu, menjelaskan bahwa film tersebut memang diadaptasi dari novel karya Ayah Pidi, namun tidak seluruh alur cerita dibuat sama persis.
Menurutnya, sejumlah penyesuaian dilakukan agar cerita lebih sesuai dengan kebutuhan medium film.
“Jadi, nggak semua plotnya persis seperti novel. Kita lebih mengadaptasi ceritanya supaya sesuai untuk film. Kalau terlalu sama dengan novelnya mungkin akan terasa kaku. Kami juga mendapat treatment dari Mas Rudi dan diberi kebebasan membangun karakter masing-masing supaya lebih natural,” ujar Razan.
Ia pun mengajak pembaca novel untuk tetap menyaksikan filmnya.
“Untuk teman-teman yang sudah baca novelnya, film ini memang adaptasi dari novel Ayah Pidi. Tapi karena ini film, tentu ada perbedaannya. Jadi tetap harus nonton filmnya karena pengalaman yang ditawarkan berbeda dengan novelnya,” tuturnya.
Sementara itu, Executive Producer Bedy mengatakan film tersebut menawarkan lebih dari sekadar kisah cinta remaja. Ia menyebut penonton akan menemukan tiga nilai utama yang menjadi kekuatan cerita, yakni romansa, persahabatan, dan hubungan antara anak dengan orang tua.
“Yang pertama tentu romansa remaja yang sangat kuat. Ayah Pidi memang spesialis menulis roman dan Mas Rudi Sujarwo juga dikenal lewat karya-karya romantisnya. Anak-anak muda bisa melihat bagaimana kehidupan mereka digambarkan dalam film ini,” katanya.
Menurut Bedy, nilai persahabatan dalam film juga menjadi pesan penting yang ingin disampaikan kepada penonton. “Kita bisa lihat bagaimana teman-teman tokoh utama, baik dari sisi perempuan maupun laki-laki, selalu saling mendukung. Persahabatan itu sesuatu yang harus dijaga karena teman akan selalu hadir dalam berbagai situasi kehidupan,” ujarnya.
Sementara itu, pemeran Elma, Shanna Shannon, mengaku tidak mengalami kesulitan besar membangun karakter karena memiliki banyak kesamaan dengan tokoh yang diperankannya.
“Kalau kemiripan sebenarnya banyak banget karena sifat Elma sangat mirip dengan sifat asli aku. Elma itu introver, tidak terlalu suka bergaul dan teman dekatnya hanya Susi. Jadi aku tidak perlu banyak mengubah personality. Bedanya, apa yang dialami Elma di film untungnya tidak pernah aku alami di kehidupan nyata. Jadi tantangannya lebih ke membangun emosi dari pengalaman yang berbeda,” ujarnya.
Usai pemutaran film, para pemain mengajak penonton memberikan dukungan melalui media sosial dengan membagikan ulasan tanpa membocorkan alur cerita.
“Kalau kalian happy nonton film Dan Bandung, saya ikut happy juga. Boleh di-post di story, kasih review kecil tanpa spoiler. Bisa kasih skor dari sepuluh atau apa pun. Kalau menurut kalian sepuluh dari sepuluh, boleh dikasih sepuluh dari sepuluh,” ujar para pemain.
Film “Dan Bandung” dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Agustus 2026.
















