PMB UM Bulukumba BRI KCP RATULANGI
BRI KCP RATULANGI

Air Bah Sungai Kalimborang Maros, Dua Wisatawan Hilang Terseret Arus

POROSTENGAH.COM, MAROS – Bencana air bah kembali memakan korban. Kali ini terjadi di Sungai Kalimborang, Dusun Bahagia, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Minggu (29/3/2026) siang. Dua wisatawan, Fajrin dan Ica, dilaporkan hilang setelah terseret arus deras yang datang secara tiba-tiba.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WITA. Saat itu, kedua korban tengah berenang di aliran sungai. Tanpa peringatan yang memadai, debit air dari hulu melonjak drastis, memicu gelombang air bah yang langsung menyeret keduanya sebelum sempat menyelamatkan diri.

Hari Jadi Luwu 758 Ucapan Natal 2025 PT. BMS Ucapan Natal Bank BRI Kas Summarecon BRI KCP Ratulangi PT. MASMINDO DWI AREA BROSUR PMB UM BULUKUMBA 2025

Keterangan saksi di lokasi menguatkan bahwa kejadian berlangsung cepat dan tak terduga. Muh. Yusuf, warga yang berada di sekitar lokasi, menyebut tidak ada tanda-tanda awal yang bisa dijadikan peringatan bagi para pengunjung.

Ironisnya, korban diketahui bukan bagian dari rombongan wisata resmi, sehingga identitas lengkap dan asal domisili masih dalam proses pendataan oleh aparat setempat. Kondisi ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan dan sistem keselamatan di sejumlah destinasi wisata alam yang rawan bencana.

Merespons laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi. Kepala Basarnas Makassar, Arif Anwar, memastikan operasi pencarian telah dimulai dengan fokus penyisiran di area hilir sungai.

Namun hingga sore hari, upaya pencarian yang melibatkan masyarakat dan aparat kepolisian setempat belum membuahkan hasil. Derasnya arus sungai dan medan yang ekstrem menjadi kendala utama di lapangan.

Situasi ini kembali membuka pertanyaan serius: sejauh mana kesiapan mitigasi bencana di kawasan wisata alam seperti Sungai Kalimborang? Apakah sistem peringatan dini benar-benar ada, atau sekadar formalitas di atas kertas?

Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih dalam pencarian. Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran dengan mengerahkan peralatan seperti perahu karet, jaket pelampung, tali penyelamatan, dan perangkat komunikasi.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan sungai. Cuaca ekstrem dan potensi air bah yang datang tanpa peringatan bukan lagi ancaman musiman—melainkan risiko nyata yang terus berulang tanpa solusi yang jelas.

PT. MASMINDO DWI AREA
PMB UM BULUKUMBA
error: Content is protected !!