News  

‎Angkut Drum BBM Malam Hari, Mobil Diduga Gunakan Plat Gantung

Selayar, Porostengah.com – Aktivitas pengangkutan drum Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan setelah sebuah mobil yang disebut mengangkut BBM diduga menggunakan plat nomor polisi gantung.

‎Menurut sumber yang berada di lokasi, mobil tersebut digunakan untuk mengangkut drum BBM yang disebut milik Berdikari. Drum BBM tersebut disebut disimpan di gudang produksi Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar.

PT. BMS HUT RI KE 81 PT. BMS

‎Kejanggalan yang dipertanyakan adalah penggunaan plat nomor yang diduga tidak sesuai dengan data kendaraan. Mobil tersebut disebut menggunakan BBM jenis solar, sementara data pada plat nomor yang digunakan disebut menunjukkan kendaraan yang menggunakan BBM jenis bensin.

‎Selain itu, kendaraan tersebut juga disebut memiliki tunggakan pajak kendaraan.

‎Menurut sumber yang identitasnya tidak ingin disebut pada lokasi tersebut, kendaraan tersebut mengangkut sejumlah drum BBM yang disebut milik Berdikari. Namun, identitas pengemudi, jumlah drum yang diangkut, serta dokumen pengangkutan BBM tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

‎Aktivitas pemuatan drum BBM disebut berlangsung di sekitar gudang produksi Benteng, Selayar. Yang menjadi pertanyaan masyarakat, pemuatan tersebut disebut dilakukan pada malam hari, Sabtu malam 22 Agustus 2026

‎Pemuatan BBM pada malam hari kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengapa proses pemuatan drum BBM dilakukan pada malam hari? Apakah aktivitas tersebut merupakan bagian dari distribusi resmi dengan prosedur tertentu, atau ada alasan lain yang melatarbelakanginya?

‎Pertanyaan tersebut semakin mencuat karena masyarakat Selayar dalam beberapa hari terakhir mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM, baik di SPBU maupun di sejumlah titik penjualan eceran.

‎Berdasarkan keterangan sumber di lokasi, mobil datang untuk memuat drum BBM yang kemudian disebut disimpan di gudang produksi Benteng. Namun, terkait asal BBM, tujuan pengangkutan, jumlah yang dimuat, serta kelengkapan dokumen kendaraan dan BBM, masih diperlukan pemeriksaan serta klarifikasi dari pihak berwenang.

‎Masyarakat meminta instansi terkait melakukan pengecekan menyeluruh terhadap plat nomor kendaraan, status pajak, kesesuaian data registrasi dengan penggunaan kendaraan, asal dan peruntukan BBM, serta legalitas pengangkutan dan penyimpanan drum BBM.

‎Hingga berita ini disusun, informasi tersebut masih berdasarkan keterangan sumber di lokasi dan belum mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak Berdikari maupun instansi terkait.

‎Publik berharap persoalan ini segera mendapat penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi, terlebih di tengah keluhan masyarakat mengenai kelangkaan dan sulitnya memperoleh BBM di Kepulauan Selayar. (Tim)

error: Content is protected !!