Daerah  

Babinsa dan Warga Padamkan Karhutla di Hutan Pinus Camba, 2,5 Hektare Terbakar

 

Maros, Porostengah.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan hutan pinus Kampung Abbanuange, Desa Benteng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Minggu (6/9/2026). Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 2,5 hektare hutan pinus.

PT. BMS HUT RI KE 81 PT. BMS

Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 08.30 WITA. Berdasarkan informasi awal di lapangan, api diduga berasal dari gesekan pohon yang kemudian memicu terjadinya kebakaran di kawasan hutan pinus.

Mendapat laporan tersebut, Babinsa bersama personel Polisi Kehutanan (Polhut) dan masyarakat segera bergerak melakukan penanganan untuk mencegah api meluas. Sebanyak 4 personel Babinsa, 7 personel Polhut serta sekitar 20 warga turut terlibat dalam upaya pemadaman.

Dengan keterbatasan akses menuju lokasi, proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan 15 unit alat semprot punggung, 5 unit Jas Scoter, serta peralatan tradisional yang tersedia di lapangan.

Personel bersama masyarakat bekerja secara bergotong royong memadamkan titik-titik api sekaligus melakukan penyekatan agar kobaran tidak menjalar ke kawasan hutan lainnya.

Berkat kesigapan petugas dan masyarakat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 WITA. Selanjutnya, personel melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat sisa bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang mengalami kerugian. Namun, sekitar 2,5 hektare kawasan hutan pinus terbakar.

Kegiatan penanganan Karhutla ini menunjukkan sinergi antara Babinsa, Polhut dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan serta mencegah kebakaran meluas. Dengan respons cepat dan kerja sama seluruh pihak, kebakaran dapat dikendalikan sehingga tidak meluas ke wilayah lainnya.

Kodim 1422/Maros juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada kondisi cuaca panas dan kering. Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

error: Content is protected !!