‎Korban Bisa Bertambah? Data Polres Catat 24 Penumpang Masih Hilang, Dugaan KLM Nurul Salsa Over Kapasitas Mengemuka

 

Selayar, Porostengah.com – Tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa belum menemukan titik akhir. Empat hari pascakejadian, laut Selayar masih menyimpan misteri, sementara puluhan keluarga korban terus bertahan dengan harapan yang semakin menipis. Hingga kini, 24 penumpang masih dinyatakan hilang, sementara operasi pencarian terus berlangsung di tengah tantangan cuaca dan kondisi perairan.

PT. BMS

‎Data yang dihimpun Polres Kepulauan Selayar melalui Seksi Humas mencatat sebanyak 52 orang telah ditemukan, terdiri dari 51 korban selamat dan 1 korban meninggal dunia, yakni Salmawati (34). Dari jumlah tersebut, delapan orang merupakan kru kapal yang terdiri atas seorang juragan dan tujuh anak buah kapal (ABK).

‎Namun di balik angka itu, tersimpan kisah pilu yang belum berakhir. Setiap nama dalam daftar korban hilang adalah harapan sebuah keluarga. Ada ibu yang menunggu anaknya pulang, ada istri yang masih berharap suaminya kembali, dan ada orang tua yang terus memandang laut sambil berdoa agar keajaiban datang.

‎Korban yang masih dalam pencarian berasal dari sejumlah desa di Kabupaten Kepulauan Selayar, di antaranya Parang, Balang Sembo, Lembang Baji, Marege, Tanamalala hingga Garassi. Salah satunya adalah Sri Ardita (18), pelajar asal Desa Lembang Baji, Kecamatan Pasimasunggu Timur, yang hingga kini belum ditemukan.

‎Di tengah proses pencarian, muncul persoalan yang dinilai jauh lebih mengkhawatirkan. Jumlah 24 korban hilang belum tentu menjadi angka akhir. Berbagai informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan KLM Nurul Salsa diduga berlayar dengan jumlah penumpang melebihi kapasitas, bahkan terdapat dugaan sejumlah penumpang tidak tercantum dalam manifes resmi.

Klik Link di Bawah untuk Mengetahui data Lengkapnya 👇👇👇

https://ap.wps.com/cms/docs/d/cbPaedWnAxVEJ59u?sa=601.1074

‎Apabila informasi tersebut terbukti melalui proses investigasi aparat penegak hukum dan instansi terkait, maka jumlah korban yang belum ditemukan berpotensi bertambah. Karena itu, pencocokan data manifes dengan laporan keluarga korban menjadi langkah yang sangat penting agar tidak ada satu pun penumpang yang luput dari pendataan maupun operasi pencarian.

‎Di sisi lain, tragedi ini kembali memunculkan pertanyaan serius mengenai pengawasan keselamatan pelayaran di wilayah kepulauan. Mulai dari kelayakan kapal, validitas manifes penumpang, hingga dugaan kelebihan muatan, seluruhnya harus diusut secara menyeluruh dan transparan agar menjadi pelajaran sekaligus bentuk pertanggungjawaban kepada publik.

‎Sementara tim SAR gabungan terus menyisir perairan Selayar, keluarga korban hanya bisa menunggu dengan doa dan harapan. Bagi mereka, tragedi KLM Nurul Salsa belum berakhir. Selama masih ada korban yang belum ditemukan dan seluruh fakta belum terungkap, luka itu akan tetap membekas di hati masyarakat Selayar.

error: Content is protected !!