Manifest dan Fakta Berbeda Jauh, Siapa Bertanggung Jawab atas Pendataan Penumpang KM Nurul Salsa?

POROSTENGAH.COM, SELAYAR – Tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar tak hanya menyisakan duka. Di balik operasi pencarian yang masih berlangsung, muncul fakta yang memantik tanda tanya besar: mengapa manifest kapal hanya mencatat 45 penumpang, sementara hasil verifikasi Tim SAR Gabungan menunjukkan ada 74 orang di atas kapal?

Selisih 29 orang itu kini menjadi sorotan. Jika data tersebut benar, maka puluhan orang diduga tidak tercantum dalam manifest keberangkatan, dokumen yang menjadi acuan utama saat terjadi kecelakaan laut.

PT. BMS

Dokumen keberangkatan yang diperoleh POROSTENGAH.COM mencatat KM Nurul Salsa berlayar membawa 17 ton barang, 4 ekor sapi, 6 unit sepeda motor, dan 45 penumpang. Dokumen itu menjadi dasar kapal meninggalkan pelabuhan.

Namun, fakta di lapangan berkata lain.

Sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi KM Harapan Kita dari lokasi sekitar 18 nautical mile dari titik kejadian. Enam orang lainnya diselamatkan kapal nelayan yang melintas dan dievakuasi ke Pulau Polassi.

Pendataan awal mencatat 46 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia. Setelah proses pencarian dan verifikasi bersama berbagai pihak, jumlah keseluruhan orang yang berada di atas kapal berubah drastis menjadi 74 orang.

Data terbaru yang dihimpun kontributor TVRI Sulawesi Selatan menyebutkan 49 orang selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 24 orang masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Arif, membenarkan adanya perubahan jumlah orang di atas kapal setelah dilakukan verifikasi.

“Data awal yang kami terima menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 45 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang bersama pihak terkait, jumlah keseluruhan orang di kapal mencapai 74 orang. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 orang yang belum ditemukan,” ujarnya.

Temuan ini memunculkan pertanyaan yang tidak bisa diabaikan. Bagaimana proses pendataan penumpang dilakukan sebelum kapal diberangkatkan? Siapa yang memastikan jumlah penumpang sesuai dengan manifest? Apakah seluruh penumpang telah tercatat sebelum Surat Persetujuan Berlayar diterbitkan?

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak yang berwenang mengenai penyebab perbedaan antara manifest dan hasil verifikasi Tim SAR Gabungan. Sementara itu, operasi pencarian terhadap 24 orang yang belum ditemukan masih terus berlangsung.

Kasus ini diperkirakan tidak hanya akan menjadi fokus operasi kemanusiaan, tetapi juga berpotensi menjadi bahan evaluasi terhadap pengawasan keselamatan pelayaran dan akurasi pendataan penumpang di pelabuhan.

error: Content is protected !!