POROSTENGAH.COM, Makassar — Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, tetapi membangun kebiasaan dan kedisiplinan dalam mengelola keuangan sejak dini. Semangat inilah yang menjadi dasar Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Kantor Perwakilan LPS Wilayah III – Sulawesi, Maluku, dan Papua meluncurkan program Pelajar Sulsel Menabung, Kamis (24/09/2026).
Program yang menyasar 1.000 pelajar SMA di Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa tersebut secara resmi diluncurkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman dalam kegiatan Kick Off dan Training of Trainers (ToT) Program Pelajar Sulsel Menabung di Hotel Claro Makassar.
Menabung sejak sekolah menjadi salah satu investasi karakter bagi generasi muda. Jufri mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengapresiasi inisiatif LPS melalui program Pelajar Sulsel Menabung yang mendorong pelajar membangun kebiasaan menabung sejak dini. Pemprov Sulsel berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi generasi muda di Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor Perwakilan LPS III Fuad Zaen mengatakan, Pelajar Sulsel Menabung merupakan program yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia dan dimulai dari tiga wilayah di Sulawesi Selatan.
“Program ini yang pertama di Indonesia dan dimulai di 3 kota/kabupaten di Sulawesi Selatan. Harapannya, edukasi keuangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan secara konsisten melalui peran pembina dan satuan pendidikan masing-masing dan juga berlanjut ke daerah lain di Sulawesi Selatan maupun Indonesia,” ucap Fuad di hadapan 100 guru pembina.
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Arif Machfoed mendukung program tersebut. Menurutnya, program Pelajar Sulsel Menabung menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan generasi muda. Terlebih, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 menunjukkan akses layanan keuangan semakin luas, namun perlu terus diiringi peningkatan pemahaman dan kemampuan mengelola keuangan.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Bayu Martanto mengatakan, program Pelajar Sulsel Menabung juga diintegrasikan dengan program resirkulasi logam untuk mendorong kembalinya uang logam ke dalam peredaran. Integrasi ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pelajar mengenai pentingnya menggunakan dan merawat Rupiah.
Bukan Sekadar Menabung, tetapi Membangun Kebiasaan
Pelajar Sulsel Menabung dirancang sebagai rangkaian edukasi sekaligus praktik literasi dan inklusi keuangan yang mendorong pelajar membangun kebiasaan menabung secara konsisten.
Selama delapan minggu, partisipasi, konsistensi, dan kualitas keterlibatan pelajar akan dipantau secara berkala. Program juga dilengkapi dengan kegiatan monitoring dan evaluasi serta sosialisasi langsung di tengah periode pelaksanaan.
Rangkaian kegiatan kemudian akan ditutup dengan awarding sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusi para peserta, pembina, serta sekolah.
100 Guru Pembina Jadi Penggerak Edukasi
Untuk memastikan edukasi dapat terus berlanjut setelah kegiatan kick-off, LPS menyelenggarakan ToT bagi para guru pembina.
ToT dirancang untuk memperkuat peran pembina sebagai multiplier edukasi. Tidak hanya memahami materi mengenai menabung dan literasi keuangan, peserta juga secara aktif mengikuti talkshow interaktif dengan narasumber dari LPS, Bank Indonesia, OJK, Bank Sulselbar, dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan.
Kolaborasi LPS, satuan pendidikan, pembina pelajar, serta para pemangku kepentingan diharapkan dapat mendorong terbentuknya generasi muda Sulawesi Selatan yang tidak hanya memiliki kebiasaan menabung, tetapi juga semakin cerdas, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

















