News  

Panel Solar Cell Embung Rp10,5 Miliar di Bontotangnga Diduga Mubazir, Berdiri Tanpa Perangkat Pendukung Selama Hampir Empat Tahun

Selayar, Porostengah.com – Keberadaan panel solar cell pada proyek Embung Serbaguna Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, kembali menjadi sorotan. Proyek senilai Rp10.500.000.000 yang dibangun pada Tahun Anggaran 2022 itu dinilai belum memberikan manfaat maksimal, lantaran panel tenaga surya yang terpasang hingga kini belum difungsikan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, konstruksi penyangga panel solar cell memang telah berdiri. Namun, perangkat pendukung yang seharusnya menjadi bagian dari sistem pembangkit tenaga surya tidak terlihat terpasang, sehingga fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

PT. BMS

Salah seorang warga, Kasman, mengaku heran dengan kondisi tersebut. Menurutnya, sejak proyek selesai dikerjakan, panel solar cell itu hanya menjadi pajangan tanpa pernah dimanfaatkan.

“Padahal sudah berjalan hampir empat tahun. Yang terlihat hanya panelnya berdiri, tetapi tidak berfungsi karena perangkat pendukungnya tidak ada,” ujar Kasman. 12/07/2026

Menurutnya, jika fasilitas tersebut dapat difungsikan, keberadaannya diharapkan mampu menunjang operasional embung dan memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai tujuan pembangunannya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai penyebab belum beroperasinya sistem solar cell yang menjadi bagian dari proyek embung. Warga berharap pemerintah dan instansi teknis segera memberikan penjelasan serta mengambil langkah agar seluruh fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran negara dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pewarta akan terus menelusuri persoalan ini, termasuk mengonfirmasi pemerintah daerah, instansi teknis, dan pihak pelaksana proyek mengenai kondisi panel solar cell beserta kelengkapan perangkat pendukungnya. Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari pihak terkait.

error: Content is protected !!