‎PC IMM Makassar Pastikan Polemik DAD Akbar Ditindaklanjuti Bersama DPD IMM Sulsel

MAKASSAR, POROSTENGAH.COM – Polemik terkait keikutsertaan seorang mahasiswa asal ITSBM Selayar dalam kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) Akbar yang diselenggarakan oleh Koordinator Komisariat (Korkom) IMM Universitas Muhammadiyah Makassar mulai mendapat perhatian dari Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Makassar.

‎Ketua PC IMM Kota Makassar, Firman, menyampaikan bahwa persoalan yang sebelumnya disoroti oleh PC IMM Kepulauan Selayar saat ini tengah dalam proses penanganan dan akan dibahas bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Sulawesi Selatan.

‎”Persoalan ini sementara akan kami tindak lanjuti bersama DPD IMM Sulawesi Selatan untuk mendapatkan penyelesaian yang sesuai dengan mekanisme organisasi, dan Akan dibuatkan forum mediasi dan difasilitasi oleh dpd imm  Terkait penyelesaian masalah, kemungkinan malam ini” ujar Firman saat dikonfirmasi.15/06/2026

‎Sebelumnya, PC IMM Kepulauan Selayar menyampaikan keberatan secara resmi terkait keikutsertaan seorang mahasiswa asal ITSBM Selayar dalam DAD Akbar yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Pusdiklat Universitas Muhammadiyah Makassar. IMM Selayar menilai mahasiswa tersebut mengikuti proses perkaderan tanpa dilengkapi surat rekomendasi dari pimpinan komisariat maupun pimpinan cabang asal.

‎Menurut IMM Selayar, surat rekomendasi merupakan bagian penting dalam sistem perkaderan karena berfungsi sebagai instrumen koordinasi antarstruktur organisasi serta memastikan proses kaderisasi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

‎Selain menyoroti aspek administrasi, IMM Selayar juga mempertanyakan alasan keikutsertaan mahasiswa tersebut dalam kegiatan perkaderan yang disebut berkaitan dengan kebutuhan administrasi akademik. Hal ini menjadi perhatian mengingat mahasiswa yang bersangkutan masih berada pada semester IV, sementara di kampus asalnya telah tersedia mekanisme perkaderan yang secara rutin dilaksanakan oleh Pimpinan Komisariat IMM setempat.

‎Berdasarkan hal tersebut, PC IMM Kepulauan Selayar mengeluarkan pernyataan sikap yang berisi permintaan klarifikasi kepada penyelenggara kegiatan serta mendorong DPD IMM Sulawesi Selatan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan DAD Akbar.

‎Menanggapi hal tersebut, Firman menegaskan bahwa IMM Makassar menghargai setiap masukan dan aspirasi yang disampaikan oleh kader maupun pimpinan IMM dari berbagai daerah. Oleh karena itu, proses komunikasi dan klarifikasi akan ditempuh melalui mekanisme organisasi guna memastikan penyelesaian persoalan dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

‎Langkah tindak lanjut bersama DPD IMM Sulawesi Selatan diharapkan dapat memberikan kejelasan atas berbagai isu yang berkembang, sekaligus menjaga kualitas perkaderan serta memperkuat soliditas organisasi di lingkungan IMM.

error: Content is protected !!