Selayar, Porostengah.com – Bukan perkara mudah memberikan pelayanan perbankan hingga wilayah terluar Kabupaten Kepulauan Selayar. Jarak yang jauh dan akses transportasi laut yang terbatas membuat petugas harus menghabiskan waktu hingga puluhan jam dalam perjalanan.
Namun kondisi tersebut tak menyurutkan langkah Mantri BRI Unit Harapan, Apriadi, untuk tetap menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan.
Apriadi menyebut, wilayah pelayanan BRI Unit Harapan mencakup sejumlah desa di daratan utama hingga pulau-pulau yang berada jauh dari pusat kabupaten.
“Empat desa di daratan utama, dua desa yakni Pulau Madu dan Karumpa memisah,” ujar Apriadi, Rabu (26/8/2026).
Untuk mencapai wilayah pelayanan tersebut, perjalanan laut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dalam kondisi cuaca yang bersahabat, perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar 30 jam.
“Estimasi perjalanan kalau cuaca bagus kurang lebih 30 jam,” katanya.
Meski harus menempuh perjalanan panjang, pelayanan tetap dijalankan. BRI Unit Harapan bahkan memastikan layanan perbankan menjangkau masyarakat hingga pulau terluar Selayar.
“BRI Unit Harapan, melayani sampai pulau terluar Selayar,” tegasnya.
Menariknya, tugas pelayanan tersebut bukan sekadar datang lalu kembali. Apriadi bersama petugas harus tinggal di wilayah pelayanan selama beberapa hari, menunggu jadwal kapal untuk kembali.
“Lama di sana tujuh sampai sepuluh hari, mengikuti jadwal kapal,” jelas Apriadi.
Kondisi ini menggambarkan bagaimana pelayanan perbankan di wilayah kepulauan membutuhkan perjuangan ekstra. Di tengah keterbatasan akses dan jarak tempuh yang panjang, petugas BRI tetap hadir untuk memastikan masyarakat di pulau-pulau terluar tidak tertinggal dalam mendapatkan akses layanan perbankan.
30 jam di laut bukan penghalang. Pulau terluar pun tetap dilayani.

















