Makassar, Porostengah.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan kembali berhasil mengidentifikasi dua korban meninggal dunia dalam tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar. Di saat yang sama, Tim SAR Gabungan juga menemukan satu jenazah lainnya yang masih menunggu proses identifikasi.
Perkembangan tersebut menjadi kabar terbaru pada hari kesembilan operasi pencarian korban. Upaya evakuasi dan identifikasi terus dilakukan secara intensif oleh Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Pranoto, mengatakan berdasarkan data yang menjadi fokus pendataan, sebelumnya masih terdapat 17 korban yang belum ditemukan. Kini, dua jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara satu jenazah lainnya ditemukan Tim SAR dan masih menjalani proses identifikasi.
”Hari ini ada perkembangan. Dua jenazah yang sebelumnya dikirim ke Biddokkes Polda Sulsel telah berhasil diidentifikasi. Selain itu, Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas juga menemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki, namun identitasnya masih belum diketahui karena masih menunggu proses identifikasi,” ujar Didik dalam konferensi pers, Kamis (23/7/2026).
Didik menjelaskan, jenazah tersebut ditemukan di sekitar Pulau Matalaang, yang berada di jalur pelayaran antara Makassar dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selain fokus pada pencarian korban, penyidik juga terus mendalami penyebab tenggelamnya kapal. Hingga kini, jumlah saksi yang telah dimintai keterangan bertambah dari 21 orang menjadi 23 orang.
”Perkembangan proses hukum maupun identifikasi korban akan terus kami sampaikan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muhammad Haris, mengungkapkan dua jenazah yang diterima Tim DVI pada Rabu (22/7/2026) telah berhasil diidentifikasi melalui serangkaian pemeriksaan forensik.
Proses identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel dengan dukungan Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Identifikasi Polda Sulsel, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Korban pertama yang berhasil diidentifikasi adalah Hasriati (44), warga Dusun Garassi, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar. Jenazah bernomor PM 62 B01 Selayar dipastikan identik dengan data antemortem AM002 berdasarkan kecocokan data gigi, data medis, serta barang milik korban.
Sementara korban kedua adalah Bau Intang (50), warga Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Jenazah bernomor PM 62 B02 Selayar berhasil diidentifikasi melalui kecocokan sidik jari dan data medis dengan data antemortem AM001.
Haris menambahkan, hingga saat ini Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel telah menerima laporan sebanyak 16 korban dari total 17 korban yang menjadi objek proses identifikasi.
Polda Sulsel menegaskan proses identifikasi korban dan pencarian terhadap korban yang masih hilang akan terus dilakukan bersama Basarnas dan seluruh unsur SAR gabungan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.


















