Luwu, Porostengah.com – Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, satu pesan mengemuka: pendidikan bukan hanya urusan pemerintah. Di lapangan, PT Masmindo Dwi Area memilih bergerak.
Perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Luwu itu menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa, menyasar wilayah yang selama ini masih bergelut dengan keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan. 04/05/2026
Bantuan yang disalurkan bukan sekadar simbolis. Tas, alat tulis, hingga kebutuhan dasar belajar dibagikan langsung kepada pelajar. Sasarannya jelas anak-anak di sekitar wilayah operasional yang kerap luput dari perhatian.
Langkah ini dikemas dalam momentum Hardiknas. Namun di balik seremoni tahunan itu, realitas di lapangan masih menyisakan pekerjaan rumah kesenjangan fasilitas, akses pendidikan, dan dukungan bagi siswa di daerah terpencil.
Masmindo menyebut bantuan ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Tapi lebih dari itu, ini menjadi sinyal bahwa intervensi sektor swasta masih dibutuhkan untuk menutup celah yang belum sepenuhnya dijangkau negara.
Di Kecamatan Latimojong wilayah yang dikenal dengan tantangan geografisnya bantuan serupa sebelumnya juga disalurkan. Mulai dari perlengkapan sekolah hingga fasilitas pendukung lainnya.
Pesannya sederhana tapi keras pendidikan tidak bisa menunggu.
Di satu sisi, langkah Masmindo patut dicatat. Di sisi lain, ini menjadi cermin bahwa masih ada ruang kosong yang harus diisi bersama, antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Hardiknas seharusnya bukan sekadar upacara. Tapi momentum untuk bertanya sejauh mana akses pendidikan benar-benar merata?
Hardiknas 2026, Masmindo Turun Tangan, Bagi Perlengkapan Sekolah di Luwu


















